x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Bos-Jaringan Sabu tak Kenal Terdakwa. Siapa Penghubung Money Laundry?

Avatar bukti.id

Hukum

Surabaya, bukti.id – Sidang lanjutan, agenda saksi yang sengaja dihadirkan secara virtual oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Jawa Timur, Wiwid, atas dugaan keterlibatan Handayani bin Pao Thien Tjiu menerima aliran dana dari hasil narkoba, kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (1/4/2021).

Handayani adalah Direktur PT Multindo Putra Perkasa, yang bergerak dalam bidang valuta asing atau money changer, dan berlokasi Jalan Manyar Kertoarjo II Surabaya.

Pada peradilan yang digelar secara virtual, tampak Charles yang berperan membuka beberapa nomor rekening atas nama Samiran, juga turut diajukan JPU guna dimintai keterangannya sebagai saksi.

Adapun, Charles dalam keterangannya mengakui, keterlibatannya membuka beberapa nomor rekening atas suruhan Christian Jaya Kusuma alias Sanjay, yang dalam kasus ini adalah bandar narkoba.

Hal lain, yang disampaikan, dia membuka beberapa nomor rekening juga melibatkan Samiran sebagai atas nama.

”Iya, saya diperintahkan Sanjay guna membuka rekening dengan maksud sebagai perlintasan dana hasil penjualan narkoba. Selang berikutnya, Sanjay memerintahkan dana yang diparkir tersebut, untuk dialihkan atau ditransfer ke rekening Handayani (terdakwa),” bebernya.

Seperti disampaikan secara virtual, saksi kerap lupa besaran jumlah uang yang dialihkan ke terdakwa. Selain itu, dia tidak kenal dengan terdakwa.

”Jadi perintah Sanjay, untuk mentransfer ke rekening terdakwa. Saya tidak kenal dengan terdakwa,” ucapnya.

Sedangkan, Samiran dalam keterangannya, menyampaikan, dia hanya dipakai atas nama untuk membuka beberapa nomor rekening.

”Saya tidak kenal dengan terdakwa, yang saya ketahui, Charles (rekan) minta tolong bahwa namanya, dipinjam untuk membuka beberapa nomor rekening,” tuturnya.

Atas keterangan kedua saksi – keduanya sudah menjalani vonis – oleh Penasehat Hukum terdakwa ditangkis dengan pertanyaan berupa, kapan, berapa jumlah saksi melakukan transfer ke rekening terdakwa. Sayangnya, jawaban kedua saksi kerap lupa.

Sesi selanjutnya, Dedy Kennya Setiawan, yang diketahui sebagai anak buah Sanjay, dalam keterangannya, mengaku tidak kenal dengan terdakwa.

”Saya rekan bos Sanjay, Yang Mulia. Terkait dengan terdakwa, saya tidak kenal,” ujarnya.

Hal serupa, juga disampaikan Sanjay di depan Majelis Hakim.

”Iya, saya tidak kenal dengan terdakwa. Saya hanya memerintahkan Charles untuk membuat rekening, serta barang haram jenis sabu memang diberikan ke Dedy kemudian hasilnya disetor ke saya,” jelasnya.

Bisa dibayangkan, bos sabu Sanjay tidak kenal dengan terdakwa. Lantas, siapa pemeran yang terhubung dengan terdakwa, sehingga dalam dakwaan JPU melalui rekening terdakwa diduga telah menerima sejumlah aliran dana yang tidak sedikit.

Ditemui usai sidang, Jaksa Wiwid mengungkapkan, ”Memang para saksi yang dihadirkan tidak terhubung langsung dengan terdakwa. Namun, saya berjanji dipersidangan berikutnya, akan hadirkan saksi yang terhubung dengan terdakwa juga terhubung dengan bos sabu Sanjay,” tutup Wiwid seraya bergegas pergi. (slm)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Senin, 26 Okt 2026 21:18 WIB | Ekonomi

BRI HR Muhammad Surabaya Kenalkan BRImo dan Aset Lelang di Reuni Alumni UB

SURABAYA - BRI Branch Office (BO) HR Muhammad Surabaya memanfaatkan Reuni Alumni Universitas Brawijaya (UB) di Malang pada 24–25 Oktober 2026 untuk memperluas p ...
Sabtu, 24 Okt 2026 19:30 WIB | Peristiwa

Sinergi Pemprov dan Pedagang Kaki Lima Didorong Berlanjutan

APKLI Jatim bakal gelar pelantikan DPW dan pengukuhan 38 DPD se-Jatim. ...
Minggu, 18 Okt 2026 13:30 WIB | Peristiwa

BRIN Dorong Energi Terbarukan agar Kualitas Hasil Panen dan Tangkapan Ikan Optimal

BRIN dorong pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung proses pascapanen di sektor perkebunan dan perikanan. ...
Minggu, 18 Okt 2026 10:25 WIB | Peristiwa

Pelatihan Jurnalistik Batch#3. Kolab GMNI Surabaya Raya dan RLD Asah Nalar Kritis Berbasis Fakta

Pelatihan Jurnalistik Batch #3 kolaborasi DPC GMNI Surabaya Raya dan Rumah Literasi Digital di The Alana Hotel. ...
Minggu, 18 Okt 2026 08:15 WIB | Hukum

Kasus Korupsi Bupati Klaten. KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Rp934 Juta

Drama lanjutan OTT di Klaten, penyidik KPK sita sebuah tong biru yang berisi uang Rp934 juta. Uang hasil korupsi? ...
Minggu, 18 Okt 2026 07:42 WIB | Ekonomi

Warga Jawa Timur Tak Perlu Cemas Soal BBM. Wagub Emil Pastikan Stok Aman

Wagub Emil: stok BBM di Jawa Timur dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. ...