Connect with us

Proyeksi yang Disiapkan Kemenkes

Bayar Asuransi, Biaya RS dan Rekam Medis Semua Ada di PeduliLindungi


Seorang wanita melakukan scan barcode di aplikasi PeduliLindungi saat akan memasuki gedung. (foto: net)

Jakarta, bukti.id – Teka-teki aplikasi PeduliLindungi dapat digunakan sebagai alat pembayaran sedikit terpecahkan. Seiring rencana pengintegrasian dengan layanan asuransi dan healthtech, sehingga aplikasi itu nantinya juga dapat menerima pembayaran untuk kedua layanan tersebut.

“Kan akan terhubung dengan asuransi, maka untuk bayar asuransi dan lain sebagainya tetapi nanti kita akan terkoneksi dengan platform pembayaran yang lain. Bayar asuransi atau bayar layanan rumah sakit dari PeduliLindungi,” terang Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Setiaji, belum lama ini.

Setiaji berujar, untuk mengintegrasikan PeduliLindungi dengan sejumlah asuransi dan layanan kesehatan, tentu ada investasi yang akan digelontorkan. Investasi terkait dengan pengembangan aplikasi dan lain sebagainya. Sayangnya, Setiaji belum dapat menyebutkan nilai investasi yang dibutuhkan.

Adapun untuk menekan biaya investasi, Kemenkes akan berkolaborasi dengan Kemenkominfo dalam hal pemanfaatan infrastruktur milik Kemenkominfo.

PeduliLindungi, lanjut Setiaji, nantinya akan memuat data sertifikat vaksin yang lebih banyak lagi. Tidak hanya terbatas pada sertifikat vaksin Covid-19, juga sertifikat meningitis, campak dan lain sebagainya.

Selain untuk bayar asuransi dan biaya rumah sakit, Kemenkes juga berencana mengintegrasikan data rekam medis (medical record) ke dalam aplikasi ini.

Memanfaatkan basis pengunduh PeduliLindungi yang besar, sekitar 32 juta pengunduh hingga Agustus 2021, Kemenkes menilai banyak manfaat yang dapat dioptimalkan dari PeduliLindungi.

Setiaji menegaskan, Kemenkes memiliki dua agenda besar dalam transformasi digital. Pertama, digital untuk penanganan Covid-19. Kedua, untuk melakukan transformasi di sisi kesehatan nasional.

Salah satu transformasi kesehatan adalah terkait dengan rekam jejak medis (medical record) data-data kesehatan. Kemenkes akan mengembangkan aplikasi PeduliLindungi untuk transformasi kesehatan Indonesia secara bertahap.

“Nanti PeduliLindungi itu akan ditambahkan dengan medical record terus kemudian ada fitur lain terkait kesehatan dan akan kita ubah menjadi platform kesehatan,” kata Setiaji.

Setiaji bilang, dengan hadir sebagai platform masyarakat dapat mengetahui rekam kesehatan mereka mulai dari tempat berobat, minum obat apa saja, hasil rontgen digital, dan lain sebagainya. Dengan terekam secara digital, proses administrasi di rumah sakit juga akan makin cepat karena data dapat diakses secara digital.

Sebagai gambaran, proses administrasi yang tadinya memakan waktu hingga belasan atau puluhan menit karena harus mengisi data-data, dengan data yang terdigitalisasi proses akan menjadi beberapa menit.

“Selama ini kalau ke rumah sakit selalu ditanya ada riwayat obat, alergi, golongan daran dan lain-lain. Dengan adanya terobosan ini rumah sakit dapat mengakses dengan izin kami,” ucap Setiaji.

Untuk diketahui, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate menyebutkan, per 29 Agustus 2021 total masyarakat yang melakukan skrining dengan menggunakan PeduliLindungi di beberapa sektor publik, seperti pusat perbelanjaan, industri, tempat olahraga, dan lainnya, telah mencapai 13,6 juta orang.

Sedangkan jumlah pengunduh aplikasi PeduliLindungi sendiri pada Agustus 2021, mencapai 32,8 juta pengunduh, sekitar 15 persen dari total pengguna internet di Indonesia pada Januari 2021. (hed)

Click to comment

bukti.id tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Trending