x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Empati Pemuda Pancasila Lamongan Demi Kemanusian

Avatar bukti.id

Peristiwa

Lamongan, bukti.id – Relawan Covid-19 Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Lamongan dukung kelangsungan proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Darurat Covid-19 di wilayah setempat. Bahkan, organisasi massa yang dikomadoi Andre Wicaksono ini, siap pasang badan terkait pembangun proyek itu.

Secara tegas, Andre menyebut, sebagai relawan, Pemuda Pancasila siap mangawal sekaligus mengamankan pelaksanaan proyek di lapangan hingga pembangunan tuntas.

"Jika ada yang menganggu, tentu akan kita cegah. Dan kita berharap tidak ada yang nekat mengganggu. Karena pembangunan diharapkan cepat selesai," cetus Sekjen MPC Pemuda Pancasila Lamongan, Zainul Arifin, Kamis (30/4/2020).

Kalaupun Pemuda Pancasila dalam kasus proyek RS Darurat Covid-19, atau yang lebih dikenal proyek ruang isolasi ini, rela turun lapangan, tegas Andre, semata-mata demi kemanusiaan. Mengingat angka perkembangan sebaran Covid-19 di Lamongan terus bertambah secara signifikan.

"Baru saja pak direktur Rumah Sakit Soegiri menyampaikan, hari ini ada tambahan empat lagi pasien positif Covid-19. Berarti, sudah ada 42 orang di Lamongan. Sedang ruang perawatan khusus Covid-19 di RSUD Soegiri sangat terbatas. Ini situasi darurat, dan masyarakat sangat membutuhkan," tegas Andre.

Pada bagian lain, Direktur Utama RSUD dr Soegiri Lamongan M Taufiq membenarkan akan kondisi terseburt. Lebih rinci disebutkan, di rumah sakit yang dipimpinnya hanya terdapat 33 ruangan khusus untuk pasien Covid-19.  Sekarang juga ada tambahan Rusunawa yang terletak di Jalan Veteran.

"Kalau pasien terus bertambah, dan keduanya tidak mencukupi, apalagi yang kita harapkan kalau tidak dipercepatnya pembangunan ruang isolasi tambahan ini," harap Taufiq.

Taufiq menambahkan, proyek tersebut dalam pengawasan kementerian PUPR. Pihaknya hanya sebagai pengguna.

"Tapi, jika nantinya diserahkan kepada rumah sakit. Kita akan maksimalkan. Kita semua tenaga medis sudah kecapekan, tapi tetap berusaha tampil semangat. Semoga dengan situasi dan lingkungan baru nanti, mereka lebih bersemangat lagi," imbuh dia.

Sebelumnya, proyek pembangunan ruang isolasi tambahan yang berlokasi di seberang jalan RSUD dr Soegiri sempat disoal warga. Alasannya, pemerintah tidak meakukan sosialisasi. Juga kurang layak serta tidak mengindahkan tata kota. (zaenul-yusca)

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Sabtu, 17 Okt 2026 19:10 WIB | Peristiwa

Dai Sejuta Mimbar. Kerja Bareng BRIN dan BPKH

BPKH dan BRIN 'lahirkan' Dai Sejuta Mimbar, yakni edukasi rencana haji dan dakwah pakai platform digital. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 15:10 WIB | Peristiwa

Awas, Jukir mBetik Bakal Disanksi. Pemkab Sidoarjo Seriusi Parkir DigitalĀ 

Oknum jukir nakal di Sidoarjo bakal disanksi, seiring penerapan parkir digital. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 14:42 WIB | Ekonomi

Petikemas Internasional TTL Melonjak 78,69 Persen, Tembus 389 Ribu TEUs

Arus petikemas internasional Terminal Teluk Lamong mencapai 389.682 TEUs hingga Agustus 2026, meningkat 78,69 persen secara tahunan. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 08:48 WIB | Pendidikan

Unibraw dan BRIN Ubah Limbah Pertanian Jadi Produk Kimia Bernilai Tambah

UB dan BRIN kolab kembangkan limbah pertanian jadi produk kimia. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 06:40 WIB | Peristiwa

Terminal Teluk Lamong Surabaya Raih Prestasi Internasional

Dalam ajang GPF Awards 2026 Singapura, anak perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas, PT Terminal Teluk Lamong sukses meraih dua penghargaan. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 05:05 WIB | Peristiwa

Bunda Jelita, Tak Sekedar Berburu Tren. TP PKK Surabaya Bakal Dampingi Keluarga Bumil Hingga Lahiran

Pemkot dan TP PKK Surabaya dampingi keluarga Bumil hingga lahiran lewat Bunda Jelita. ...