x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

DPRD Jatim Desak Pemerintah Pusat Segera Realisasi

Avatar bukti.id

Wakil Rakyat

Surabaya, bukti.id – Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih, meminta pemerintah pusat sesegera mungkin memberikan hunian korban awan panas guguran (APG) Gunung Semeru.

Hikmah menuturkan, setelah melakukan kajian, langkah selanjutnya yang perlu diambil adalah relokasi penduduk ketempat hunian baru di tempat aman, sebab hunian yang lama sudah tidak mungkin bisa dihuni.

“Setelah melalui kajian beberapa kawan secara cepat, sepertinya memang harus relokasi, terutama yang berada di sekitaran wilayah terdampak langsung karena kondisinya untuk ditempati kembali sudah tidak mungkin,” kata Hikmah, di Surabaya, Selasa (14/12/2021).

Hikmah berharap relokasi yang dijanjikan pemerintah pusat agar sesegara mungkin dipercepat. Agar warga terdampak betul-betul merasakan hadirnya pemerintah, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin tinggi.

“Sisa-sisa mereka yang kemarin terdampak gempa di Lumajang saja belum mendapatkan dana untuk membangun kembali rumahnya yang dijanjikan oleh pemerintah pusat Rp50 juta pertitik. Memang proses administrasinya setelah kami konsultasikan ke BNPB itu agak rumit,” tutur politisi asal Malang ini.

Hikmah juga mengatakan, sambil lalu menunggu proses relokasi, langkah yang wajib dilakukan pemerintah yakni ketersediaan posko pengungsian yang memadai. Dilapangan ia lihat ruangan yang dijadikan tempat ungsian bigutu padat, ketersediaan air bersih untuk mandi pun dinilanya tidak cukup bagi pengungsi.

“Tentu saja yang lebih harus diperhatikan adalah mereka dengan anggota keluarga rentan, seperti lansia, ibu hamil, anak-anak balita di bawah 5 tahun. Kemudian ibu yang sedang menyusui, dan penyandang disabilitas,” kata dia.

Hal ini menurutnya juga harus dilakukan penyediaan kebutuhan kamar mandi dan sanitasi, agar meski masih didalam pengungsian kebutuhan yang dianggapnya primer ini harus tersedia dengan layak. Sehingga kesehatan dan kebersian pengungsi tetap terjaga, demi menghindari penyebaran penyakit.

“Yang kita khawatirkan adalah ketika manajemen di pengungsian itu tidak dilaksanakan sesuai dengan standar, yang muncul berikutnya adalah bahaya penyakit. Ini yang tidak kita inginkan,” tandas anggota Fraksi PKB Jatim itu. (trq)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Minggu, 18 Okt 2026 13:30 WIB | Peristiwa

BRIN Dorong Energi Terbarukan agar Kualitas Hasil Panen dan Tangkapan Ikan Optimal

BRIN dorong pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung proses pascapanen di sektor perkebunan dan perikanan. ...
Minggu, 18 Okt 2026 10:25 WIB | Peristiwa

Pelatihan Jurnalistik Batch#3. Kolab GMNI Surabaya Raya dan RLD Asah Nalar Kritis Berbasis Fakta

Pelatihan Jurnalistik Batch #3 kolaborasi DPC GMNI Surabaya Raya dan Rumah Literasi Digital di The Alana Hotel. ...
Minggu, 18 Okt 2026 08:15 WIB | Hukum

Kasus Korupsi Bupati Klaten. KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Rp934 Juta

Drama lanjutan OTT di Klaten, penyidik KPK sita sebuah tong biru yang berisi uang Rp934 juta. Uang hasil korupsi? ...
Minggu, 18 Okt 2026 07:42 WIB | Ekonomi

Warga Jawa Timur Tak Perlu Cemas Soal BBM. Wagub Emil Pastikan Stok Aman

Wagub Emil: stok BBM di Jawa Timur dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. ...
Minggu, 18 Okt 2026 05:10 WIB | Ekonomi

Pemkab Lamongan Yakin, 2026 Produksi Padi Melimpah

Pada 2026, Pemkab Lamongan yakin mampu menghasilkan produksi padi melampaui capaian tahun sebelumnya, mencapai sekitar 1,335 juta ton. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 19:10 WIB | Peristiwa

Dai Sejuta Mimbar. Kerja Bareng BRIN dan BPKH

BPKH dan BRIN 'lahirkan' Dai Sejuta Mimbar, yakni edukasi rencana haji dan dakwah pakai platform digital. ...