x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Pentingnya Perencanaan Pembangunan Bandara Dhoho

Avatar bukti.id

Komisi DPR

Surabaya, bukti.id – Proyek pembangunan Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur, terus berjalan sesuai tahapan. Seiring itu, wakil rakyat mengingatkan pada pelaksana proyek.

Anggota Komisi V DPR DPR RI, Sudewo, mengingatkan pentingnya penataan air pada pembangunan Bandara Dhoho. Mengingat ada aliran sungai di bawah Kawasan bandaranya.

Sudewo menyarankan kepada Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR dan PT Gudang Garam selaku private sector (sekaligus penyuntik modal) dalam pembangunan Bandara Dhoho ini agar selalu melakukan koordinasi dan bersinergi.

“Karena bandara dimana-mana terjadi kebanjiran oleh karena perencanaan terhadap pengendalian banjir pada bandara itu tidak akurat. Jangan nanti saling lempar tanggung jawab, saling lempar masalah. Jadi dari awal perencanaan itu harus (Kementerian PUPR dan Gudang Garam, red) bersama bersama-sama sampai pada tingkatan pelaksanaan di lapangan, sampai pada pembebanan anggaran,” tegas politisi Partai Gerindra itu, ketika melakukan rangkaian Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi V DPR RI ke Surabaya, belum lama ini.

Dalam pertemuan dengan perwakilan Pemprov Jatim tersebut, Sudewo mempertanyakan terkait aksesibilitas menuju dan keluar dari Bandara Dhoho. Pasalnya, hingga kini Tol Kertosono yang akan menjadi akses menuju Bandara Dhoho belum dibangun.

“Jangan sampai ini mengalami nasib yang sama dengan Pelabuhan Patimban (Subang, Jawa Barat). Pelabuhan sudah jadi, tapi akses jalan ke sana baru dipikirkan oleh Kementerian PUPR. Koordinasinya bagaimana? Jangan dilepas begitu saja, segera dibangun,” saran dia.

Desain terminal bandara pun tidak luput dari perhatian legislator dapil Jawa Tengah III itu. Sudewo mengingatkan agar terminal Bandara Dhoho ini memperhatikan unsur manusiawi dan memiliki kearifan lokal, sehingga tidak hanya memiliki unsur estetika atau kemegahan saja.

“Terminal Bandara 3 Soekarno-Hatta itu tidak manusiawi. Kelihatan megah, kelihatan mewah, tapi tidak manusiawi. Jalan kakinya sangat luar biasa jauh. Berbeda dengan Terminal 1 dan Terminal 2. Meskipun itu terminal lama, tapi manusiawi. Lalu harus memiliki kearifan lokal. Buatlah yang menjadi ciri khas Kota Kediri muncul dalam terminal bandara ini,” wejang Sudewo. (har)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Minggu, 18 Okt 2026 13:30 WIB | Peristiwa

BRIN Dorong Energi Terbarukan agar Kualitas Hasil Panen dan Tangkapan Ikan Optimal

BRIN dorong pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung proses pascapanen di sektor perkebunan dan perikanan. ...
Minggu, 18 Okt 2026 10:25 WIB | Peristiwa

Pelatihan Jurnalistik Batch#3. Kolab GMNI Surabaya Raya dan RLD Asah Nalar Kritis Berbasis Fakta

Pelatihan Jurnalistik Batch #3 kolaborasi DPC GMNI Surabaya Raya dan Rumah Literasi Digital di The Alana Hotel. ...
Minggu, 18 Okt 2026 08:15 WIB | Hukum

Kasus Korupsi Bupati Klaten. KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Rp934 Juta

Drama lanjutan OTT di Klaten, penyidik KPK sita sebuah tong biru yang berisi uang Rp934 juta. Uang hasil korupsi? ...
Minggu, 18 Okt 2026 07:42 WIB | Ekonomi

Warga Jawa Timur Tak Perlu Cemas Soal BBM. Wagub Emil Pastikan Stok Aman

Wagub Emil: stok BBM di Jawa Timur dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. ...
Minggu, 18 Okt 2026 05:10 WIB | Ekonomi

Pemkab Lamongan Yakin, 2026 Produksi Padi Melimpah

Pada 2026, Pemkab Lamongan yakin mampu menghasilkan produksi padi melampaui capaian tahun sebelumnya, mencapai sekitar 1,335 juta ton. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 19:10 WIB | Peristiwa

Dai Sejuta Mimbar. Kerja Bareng BRIN dan BPKH

BPKH dan BRIN 'lahirkan' Dai Sejuta Mimbar, yakni edukasi rencana haji dan dakwah pakai platform digital. ...