x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

PPDB Tak Henti Bermasalah. DPR Geram

Avatar bukti.id

Komisi DPR

Jakarta, bukti.id – Peraturan Menteri tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) harus dievaluasi. Selama ini, tidak ada solusi yang komprehensif dari Kementerian Pendidikan untuk menangani masalah ini yang terjadi tiap tahun. Ungkapan kekecewaan ini diungkapkan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Rano Karno.

“Semestinya dari tahun ke tahun itu harus ada evaluasi. Jangan sungkan mengubah peraturan ini, kalau memang ini ga berjalan,” cetus politisi yang duduk di Komisi X DPR RI, Sabtu (15/7/2023). Komisi yang menjadi mitra kerja Kemdikbud-Ristek.

PPDB dengan seleksi zonasi sudah tujuh tahun diterapkan. Rano Karno menyebutkan, semula sistem ini dirancang dengan baik, namun pada implementasinya Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah belum siap, sehingga timbul berbagai permasalahan.

Bila dikaji lebih jauh, ketidaksiapan pelaksanaan PPDB didasari beberapa hal.  Di antaranya, ketersediaan sekolah negeri di setiap daerah belum merata, sistem zonasi dapat diterapkan apabila secara geosparsial tiap wilayah dapat terjangkau oleh sekolah negeri.

Rano pun mencontohkan, masih ada di Kabupaten Tangerang, di salah satu kecamatan tidak memiliki SMA dan SMK Negeri, apabila mereka sekolah negeri, maka harus pindah ke kecamatan lain. Skema zonasi ini sudah dipastikan sulit bagi mereka untuk diterima di sekolah yang dituju.

“Bagaimana sebuah sistem mau ideal, kalau penunjangnya tidak siap. Ini kan harus ditambah dulu jumlah sekolahnya,” tukas dia.

Permasalahan berikutnya adalah kualitas pendidikan yang belum merata pada sekolah negeri. Ini yang menjadi celah untuk berlaku curang demi masuk sekolah favorit.

“Pada dasarnya, setiap orang ingin masuk ke sekolah yang terbaik. Artinya sekolah favorit itu harus ditambah,” ujar dia.

Kemdikbud-Ristek, tandas Rano, punya instrumen Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Hal itu perbaikan kualitas pendidikan, dimana sekolah AKM rendah, akan adanya intervensi pusat berupa peningkatan infrastruktur dan kompetensi tenaga pendidik. Hal yang tidak kalah penting, yaitu kesiapan infrastruktur jaringan internet di tiap daerah.

“Tidak usah jauh-jauh, di Banten saja, masih ada daerah yang blank spot. Bagaimana sekolah atau keluarga mau menginput data. Jangankah server, jaringan saja masih up and down,” cetus dia.

Dirinya, melalui Komisi X DPR RI terus mendorong Menteri Pendidikan untuk segera melakukan pembenahan ini secara menyeluruh. Hal itu supaya tidak menjadi polemik setiap tahunnya. (hea)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Rabu, 03 Jun 2026 17:55 WIB | Hukum

Eks Kepala BGN Jadi Tahanan Kejagung

Kejagung RI menahan eks Kepala dan dua Wakil Kepala BGN. ...
Rabu, 03 Jun 2026 09:05 WIB | Hukum

Sejak Dini Hari, Penyidik Kejagung Geledah Kantor BGN

Kejagung geledah kantor pusat BGN, sehari setelah Dadang dicopot jadi Kepala BGN. ...
Rabu, 03 Jun 2026 08:34 WIB | Pemerintahan

Gonjang-Ganjing BGN. Presiden Prabowo Copot Dadan, Nanik Naik Tahta

Presiden Prabowo copot Dadan dari Kepala BGN dan diganti Nanik, di tengah sorotan tajam terhadap pelaksanaan Program MBG. ...
Rabu, 03 Jun 2026 06:10 WIB | Pemerintahan

Dadan Dicopot sebagai Kepala BGN. Mensesneg: untuk Pastikan Program MBG Berjalan Efektif

Presiden Prabowo Subianto lakukan pergantian pimpinan BGN sebagai upaya memastikan program prioritas nasional berjalan efektif. ...
Rabu, 03 Jun 2026 05:05 WIB | Hukum

KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Gedung Pemkab Lamongan

KPK tahan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kantor Pemkab Lamongan. ...
Selasa, 02 Jun 2026 20:20 WIB | Ekonomi

Juni ini Tiga Bansos Cair Lagi. Dari PKH hingga Kartu Sembako

Juni ini, Kemensos kembali salurkan berbagai program bansos dari PKH hingga Kartu Sembako. ...