x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

BRIN Minta Petani Waspadai Begomovirus yang Bisa Ancam Produksi Sayuran

Avatar bukti.id

Peristiwa

 Jakarta, bukti.id – Waspadai serangan Begomovirus. Atau yang dikenal sebagai penyakit kuning alias virus gemini. Bahkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan seluruh petani di Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Begomovirus, yang berpotensi mengganggu produksi hortikultura nasional.

Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) BRIN, Puji Lestari mengungkapkan, serangan virus tersebut dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang besar. Bahkan, kerusakan pada lahan hortikultura yang terinfeksi secara masif dilaporkan dapat mencapai 70 hingga 90 persen. Ini disampaikan Puji Lestari dalam forum ilmiah HortiActive. 

Puji – dalam rilis resmi BRIN Sabtu (31/10/2026) – menjelaskan, serangan Begomovirus berpotensi menurunkan produktivitas, merusak kualitas hasil panen, hingga meningkatkan risiko gagal panen pada berbagai komoditas sayuran utama.

Berdasarkan data Pusat Riset Hortikultura BRIN, Begomovirus memiliki spektrum inang yang luas. Virus ini dapat menyerang sejumlah tanaman hortikultura, di antaranya cabai, tomat, terung, kacang panjang, mentimun, labu siam, hingga bayam.

Gejala infeksi umumnya ditandai dengan munculnya pola mosaik atau warna kuning tidak merata pada daun. Kondisi tersebut dapat diikuti perubahan bentuk daun menjadi keriting, menggulung, serta pertumbuhan tanaman yang terhambat hingga menjadi kerdil.

Sementara, Peneliti Ahli Utama BRIN, Catur Hermanto menjelaskan, penyebaran Begomovirus tidak melalui angin maupun air, melainkan ditularkan oleh serangga vektor kutu kebul (Bemisia tabaci).

Selain itu, gulma yang tumbuh di sekitar lahan pertanian juga perlu diwaspadai. Salah satunya tanaman bandotan (Ageratum conyzoides) yang dapat menjadi inang alternatif atau tempat bertahan virus, sehingga berpotensi memicu infeksi berulang pada tanaman budidaya.

Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut, BRIN merekomendasikan penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Upaya tersebut meliputi penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap virus, pemantauan kondisi tanaman secara berkala, serta pencabutan dan pemusnahan tanaman yang terinfeksi sesuai prosedur sanitasi pertanian.

Petani juga dianjurkan melakukan rotasi tanaman dengan komoditas dari famili berbeda, seperti jagung, serta membersihkan gulma di sekitar lahan. Pengendalian populasi kutu kebul melalui pemanfaatan agens hayati juga menjadi salah satu langkah yang direkomendasikan.

BRIN berharap penerapan langkah pengendalian secara terpadu dan berkelanjutan dapat menekan penyebaran Begomovirus sekaligus menjaga produktivitas serta keberlanjutan sektor hortikultura nasional. (eko-brint)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Senin, 02 Nov 2026 09:30 WIB | Peristiwa

Malang Autism Center. 11 Tahun Sahabat Bagi Anak Autisme melalui OTA

Selama 11 tahun Malang Autism Center kian memperkuat komitmen memberikan layanan terapi dan pendampingan bagi anak dengan autisme.  ...
Senin, 02 Nov 2026 07:05 WIB | Hukum

Kejati Jatim Dalami Fakta Persidangan Dugaan Pungli Perizinan Dinas ESDM

Kejati Jatim tegaskan komitmen tangani dugaan pungli ESDM Jatim secara profesional objektif, dan transparan.  ...
Senin, 02 Nov 2026 06:31 WIB | Peristiwa

AXIS Nation Cup. Laga Para Juara, Lahirkan Bibit Atlet Futsal Nasional

Melalui kompetisi ANC, AXIS dan FFI membuka peluang bagi atlet futsal berpotensi di jenjang lebih tinggi. ...
Jumat, 30 Okt 2026 08:10 WIB | Hukum

PMII Desak Polda Jatim Tindak Tegas Pelaku Pengeroyokan di Kawasan PIER

PMII desak Polda Jatim tindak tegas pelaku pengeroyokan di Kawasan PIER. ...
Selasa, 27 Okt 2026 12:30 WIB | Ekonomi

Diskusi Publik Refleksi Dua Tahun Asta Cita. Dorong UMKM Lewati Tantangan untuk Naik Kelas

Refleksi Dua Tahun Asta Cita gelar diskusi publik untuk dorong UMKM lewati tantangan agar naik kelas. ...
Senin, 26 Okt 2026 21:18 WIB | Ekonomi

BRI HR Muhammad Surabaya Kenalkan BRImo dan Aset Lelang di Reuni Alumni UB

SURABAYA - BRI Branch Office (BO) HR Muhammad Surabaya memanfaatkan Reuni Alumni Universitas Brawijaya (UB) di Malang pada 24–25 Oktober 2026 untuk memperluas p ...