x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Jalani Masa Transisi, Fraksi Demokrat Beri Opsi Kebijakan Tiga Pro

Avatar bukti.id

Wakil Rakyat

Kebijakan pemerintah harus pro growth, pro poor, dan pro job

Jakarta, bukti – Saat berlangsung Rapat Paripurna DPR RI, kemarin, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, mengusulkan kepada pemerintah agar mengambil langkah-langkah kebijakan yang mendukung perekonomian.

“Tahun 2021 adalah masa transisi ekonomi, termasuk bagi Indonesia. Pemerintah diminta bisa menstimulasi perekonomian dengan menjaga daya beli masyarakat (keep buying strategy). Karena itu, Fraksi Demokrat berharap agar pemerintah mengambil langkah-langkah kebijakan yang pro pertumbuhan (pro growth), pro pengentasan kemiskinan (pro poor) dan pro penciptaan lapangan kerja (pro job)," papar pria yang akrab disapa Ibas itu, kepada jurnalis, baru-baru ini.

Dalam pandangan Fraksi Demokrat yang disampaikan pada rapat itu, Ibas menyebut jika asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 4,5-5,5 persen terlalu optimistis. Terutama saat Covid-19 menyebabkan banyak pengangguran yang notabene akan mengganggu konsumsi.

“Target inflasi sebesar 2,0-4,0 persen dan asumsi nilai tukar pada kisaran Rp.14.900–Rp.15.300 per dolar cukup realistis dan harus tetap dijaga,” ujar pria yang juga Wakil Ketua Banggar DPR RI itu.

Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII tersebut bilang, jika tingkat tingkat suku bunga SBN 10 tahun pada kisaran 6,67–9,56 persen cukup realistis ditengah situasi ekonomi global yang melambat dan penuh dengan resiko.

Pada sektor sumber daya energi dan mineral, Ibas mengkritik perbaikan tata kelola hulu migas demi memenuhi asumsi lifting yang sering kali tidak tercapai, tingginya target penerimaan dalam bentuk rasio penerimaan pajak tahun 2021, dan perlunya kajian anggaran K/L non-esensial.

Ibas alias EBY ini mengingatkan bahwa jika defisit anggaran menembus angka 6 persen PDB, dikhawatirkan akan menimbulkan krisis susulan dengan kondisi yang lebih berat dari krisis moneter 1998 dan krisis Subprime Mortgage di era SBY tahun 2008 silam.

"Hal ini akan membebani rakyat, terutama mengingat proses pemulihan dari krisis 1998 memakan waktu lebih dari 5 tahun," ingat dia.

Ibas meminta pemerintah agar saat ini tetap focus mengatasi isu kesehatan dan menyelamatkan nyawa rakyat di era pandemi Covid-19. Meski begitu, kata dia, ekonomi masih bisa bergerak jika pemerintah bisa menentukan skala prioritas.

“Jika kita ingin keluar dari Middle Income Trap (MIT) butuh investasi yang tinggi. Kebijakan penanganan MIT membutuhkan investasi manusia yang insentif. Itu memakan biaya yang cukup besar demi merubah perekonomian Indonesia, dari resource-based economy menjadi knowledge-based economy,” imbau Ibas. (pras)

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Minggu, 23 Agu 2026 18:10 WIB | Peristiwa

Gempita HUT Kemerdekaan ke-81 RI di RW 16 Perum Sidokare Asri Sidoarjo

Warga RW 16 Perum Sidokare Asri Sidoarjo peringati HUT Kemerdekaan ke-81 RI dengan kegiatan sarat makna. ...
Minggu, 23 Agu 2026 05:05 WIB | Peristiwa

Puluhan Jurnalis Adu Strategi agar Lawan Kalah Telak

ORADO Jatim gelar Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026. ...
Rabu, 19 Agu 2026 12:15 WIB | Ekonomi

Pemerintah Bakal Manjakan Perempuan Prasejahtera

Pemerintah bakal terbitkan pedoman pelaksanaan kredit perempuan prasejahtera dengan suku bunga flat sebesar 8 persen/tahun ...
Rabu, 19 Agu 2026 08:05 WIB | Peristiwa

Karnaval Kemerdekaan 2026. BRIN Pamer Inovasi Antariksa hingga Energi Lewat

BRIN turut meriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dalam acara “Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara". ...
Selasa, 18 Agu 2026 13:15 WIB | Peristiwa

Disdukcapil Surabaya Bakal Tertibkan Penghuni Kos Pakai Sistem Pelaporan

Disdukcapil Kota Surabaya siapkan sistem informasi untuk mendata dan melaporkan penghuni rumah kos. ...
Selasa, 18 Agu 2026 05:05 WIB | Peristiwa

Polresta Sidoarjo Raih Penghargaan Pelayanan Perempuan dan Anak

Polresta Sidoarjo dapat kado istimewa dari Pemkab Sidoarjo saat HUT ke-81 Republik Indonesia. ...