x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Lulusan SMK Dijamin Bebas PHK

Avatar bukti.id

Pendidikan

Surabaya,bukti.id - Kesulitan ekonomi akibat pandemi yang dirasakan hampir semua kalangan, dari atas hingga masyarakat bawah. Apalagi korban PHK semakin bertambah pula belakangan ini. Beragam dalih perusahaan, perampingan, pengurangan karyawan, dan banyak lagi alasan.
Tentu saja meningkatnya korban PHK ini menambah jumlah pengangguran di Indonesia. Sebuah data mengenai persentase jumlah penangguran yang berhasil dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan angka pengangguran terbesar berasal dari lulusan SMK.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) nasional didominasi oleh para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Adapun, jumlah TPT ada sebanyak 6,88 juta orang di Februari 2020. Kepala BPS Suhariyanto mengklaim jumlah lulusan SMK yang menjadi pengangguran sebanyak 8,49 persen dari angka pengangguran 6,88 juta orang yang menganggur. "TPT SMK masih yang paling tinggi di antara
tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 8,49 persen," jelas Suhariyanto BPS mencatat, jumlah pengangguran paling rendah berasal dari tingkat pendidikan ke bawah yakni sebesar 2,64 persen. Selanjutnya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 5,02 persen, disusul pendidikan tingkat universitas yakni 5,73 persen, lulusan Diploma I/II/III sebanyak 6,76 persen, dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 6,77 persen.

Menyikapi ini, Kepala Dinas Jawa Timur, Wahid Wahyudi pun membantah. Ia memastikan sebagian besar lulusan SMK di Jatim sudah terserap di pasar kerja. Wahid menganggap tingginya angka pengangguran lulusan SMK yang dicatat  karena ada perbedaan dalam standart pencatatan waktu bekerja. Para lulusan SMK bekerja di sektor freelance, sehingga tidak tercatat dalam data BPS.

"Data BPS penangguran terbesar lulusan SMK karena standart BPS mereka yang bekerja biasanya minimal 36 jam dalam seminggu. Padahal kenyataannya mereka lulusan SMK banyak yang bekerja freelance," papar Wahid.

Wahid mengklaim, banyak dari mereka seperti tenaga perias, salon dan pekerja bengkel kebanyakan tidak tercatat sebagai pekerja formal oleh BPS.  Padahal, mereka mempunyai keahlian dan gaji yang cukup besar, berbeda dengan pekerja formal. "Data BPS lulusan SMK banyak yang freelance, misalnya mereka yang punya keterampilan merias, mereka datang ke rumah- rumah untuk melakukan perawatan wajah freelance. Begitu juga para lulusan yang punya keahlian service AC, mobil dan kulkas, mereka akan terima job karena dikerjakan  freelance. Jangan salah meski mereka pekerja freelance gajinya cukup tinggi dan tentunya bebas PHK, karena pekerjaan ditentukan sendiri," tandas Wahid.

Whid juga berharap agar para pekerja freelance dimasukkan dalam angkatan kerja oleh BPS. (rhm/bbs)

 

 

 

Editor : Rahma

Artikel Terbaru
Minggu, 18 Okt 2026 13:30 WIB | Peristiwa

BRIN Dorong Energi Terbarukan agar Kualitas Hasil Panen dan Tangkapan Ikan Optimal

BRIN dorong pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung proses pascapanen di sektor perkebunan dan perikanan. ...
Minggu, 18 Okt 2026 10:25 WIB | Peristiwa

Pelatihan Jurnalistik Batch#3. Kolab GMNI Surabaya Raya dan RLD Asah Nalar Kritis Berbasis Fakta

Pelatihan Jurnalistik Batch #3 kolaborasi DPC GMNI Surabaya Raya dan Rumah Literasi Digital di The Alana Hotel. ...
Minggu, 18 Okt 2026 08:15 WIB | Hukum

Kasus Korupsi Bupati Klaten. KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Rp934 Juta

Drama lanjutan OTT di Klaten, penyidik KPK sita sebuah tong biru yang berisi uang Rp934 juta. Uang hasil korupsi? ...
Minggu, 18 Okt 2026 07:42 WIB | Ekonomi

Warga Jawa Timur Tak Perlu Cemas Soal BBM. Wagub Emil Pastikan Stok Aman

Wagub Emil: stok BBM di Jawa Timur dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. ...
Minggu, 18 Okt 2026 05:10 WIB | Ekonomi

Pemkab Lamongan Yakin, 2026 Produksi Padi Melimpah

Pada 2026, Pemkab Lamongan yakin mampu menghasilkan produksi padi melampaui capaian tahun sebelumnya, mencapai sekitar 1,335 juta ton. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 19:10 WIB | Peristiwa

Dai Sejuta Mimbar. Kerja Bareng BRIN dan BPKH

BPKH dan BRIN 'lahirkan' Dai Sejuta Mimbar, yakni edukasi rencana haji dan dakwah pakai platform digital. ...