Anggaran Program Makan Bergizi Gratis di Jatim Capai Rp 600 Miliar

bukti.id
Wapres Gibran dan Gubernur Jatim terpilih Khofifah saat meninjau ujicoba Makan Bergizi Gratis di Surabaya (foto: net)

Surabaya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menyiapkan anggaran sekitar Rp 600 miliar untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur. Namun, karena belum ada regulasi dan petunjuk teknis, anggaran tersebut disimpan dalam bentuk dana cadangan.

Hal tersebut ditegaskan Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Jatim, baru-baru ini.

Baca juga: Eks Kepala BGN Jadi Tahanan Kejagung

“Kita belum tahu peruntukannya di bagian mananya. Kalau untuk awal ini, semua anggaran dari pusat,” ujar dia kepada jurnalis.

Karena itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional. Namun, Pemprov Jawa Timur menyatakan masih menunggu petunjuk resmi terkait posisi pemerintah daerah dalam program itu.

“Saya belum terinfokan untuk ikut dimana karena masih terbatas juga,” elak dia.

Baca juga: Sejak Dini Hari, Penyidik Kejagung Geledah Kantor BGN

Adhy juga mengungkapkan, berbagai persiapan telah dilakukan oleh Pemprov. Misalnya, dalam waktu dekat, Pemprov berinisiatif bersama Pramuka untuk menggelar masak gratis dan akan dibagikan untuk 10 ribu orang dan akan dibagikan di berbagai sekolah.

Menurut Adhy, hal itu menjadi bagian dari sosialisasi kepada masyarakat sebelum program makan bergizi gratis semakin luas dilakukan. Kesiapan lain adalah mengenai anggaran di APBD. Sebab, sebelumnya pemerintah pusat meminta agar Pemda menyiapkan pola anggaran sharing.

Baca juga: Gonjang-Ganjing BGN. Presiden Prabowo Copot Dadan, Nanik Naik Tahta

Di antaranya, anggaran di pusat dengan daerah untuk pelaksanaan program makan bergizi gratis. Pada APBD Jatim 2025, pemprov bersama DPRD.

Sebelumnya, Program MBG resmi dimulai pada Senin (6/1/2025). Pada tahap awal ini, terdapat sebagian daerah di Provinsi Jawa Timur yang menjadi lokasi pelaksanaan salah satu program prioritas pemerintah pusat tersebut. (eddy)

Editor : heddyawan

Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru