Malang - Resmi, di wilayah Malang Raya memiliki pengurus Forum Pamong Kebudayaan (FPK) setempat.
Pembentukan pengurus baru berlangsung di Griya Kriya Topeng Ramah Difabel, di kawasan Bumiayu Kota Malang, oleh sejumlah Seniman dan Budayawan dari Kota-Kabupaten Malang serta Kota Batu, baru-baru ini.
Baca juga: Hari Lahir Pancasila. FPK Nganjuk Blusukan Budaya ke Situs Bersejarah
Wakil ketua FPK Jatim Bidang Kebudayaan, dr. Dian Agung Anggraen, yang memimpin rapat pembentukan mengatakan, Malang Raya sangat besar potensi kesenian dan beraneka ragam budayanya, maka dipandang perlu membentuk kepengurusan FPK sebagai sarana edukasi kepada masyarakat, tentang budaya dan sebagai wadah konservasi untuk aktivitas budaya yang semakin termarjinalkan, contohnya Permainan Rakyat.
"Masih banyak masyarakat yang salah dalam memahami budaya, kebanyakan hanya dipersempit dengan kesenian, seolah budaya itu hanya kesenian," ujar Women Of The Year Malang 2023 ini.
Baca juga: FPK Jatim Apresiasi Ritual Candra Sela di Nganjuk
Di tempat yang sama, Didik Soemintardjo menambahkan, jika Malang Raya yang sangat indentik dengan budaya dan pariwisatanya harus dikelola dengan maksimal termasuk sarana dan prasarana kesenian yang memadai wajib di Malang Raya.
Perlu dibangun sebuah sinergitas antara pengelola industri pariwisata dengan para pelaku seni budaya dalam mempromosikan potensi lokal ke tingkat regional, nasional bahkan Internasional.
Baca juga: FPK Jatim Dorong Dibuat Payung Hukum untuk Lembaga Adat Desa
"Potensi budaya dan kearifan lokal bukan sekedar dilestarikan tapi harus juga dimajukan sesuai Undang-undang tentang Pemajuan Kebudayaan kalau perlu sampai ke tingkat Internasional," tutur tokoh masyarakat Kota Batu ini.
Dari hasil musyawarah hari ini terpilih Nanang Setyo Bakti sebagai ketua, Wakil Ki Bimo, Sekretaris Nurul Kusuma Wardhani SE.MM serta Bendahara Maria Carmela (kwan-knis)
Editor : heddyawan