Sidoarjo – Ambruknya salah satu bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, mencengangkan warga setempat, Desa Buduran.
Pasalnya, saat kejadian banyak santri yang menjalankan shalat Ashar berjamaah. Sekitar 100 santri.
Baca juga: 13 Kali Pemkab Sidoarjo Pertahankan Opini WTP di BPK Jatim
Menurut pengakuan salah satu santri kelas tujuh Madrasah Tsanawiyah (MTS) Al Khoziny, ruang musala yang berada di lantai dua itu sempat bergoyang sebelum ambruk.
“Ketika masuk rakaat kedua bagian ujung musala ambruk, lalu merembet ke bagian lain gedung,” kata dia, dinukil Antara, di Sidoarjo, Senin (29/9/2025).
Dirinya mengaku berhasil menyelamatkan diri, dan mengajak santri lain untuk segera mengevakuasi diri.
Dari pengakuannya, para santri yang sedang melaksanakan shalat berjamaah tersebut berjumlah lebih dari 100 orang santri.
Baca juga: Sumringah, Penghuni Empat Rumah Tak Layak Huni di Sidoarjo Usai Dapat Kepastian
Sementara itu, berdasarkan kondisi di lokasi, bukti.id melihat sejumlah petugas gabungan berdatangan melakukan pembongkaran gedung yang ambruk. Guna mencari korban yang masih terdengar meminta tolong.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak tampak pula di lokasi bersama Kepala Polresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing.
Baca juga: Dinilai Sangat Memuaskan, Pemkab Sidoarjo Raih Prestasi Nasional
Terpantau pula Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana dan pejabat BPBD Jawa Timur dan Sidoarjo, di lokasi kejadian.
Hingga berita ini diunggah, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemprov Jatim, Pemkab Sidoarjo, dan Polres setempat, terkait kejadian ambruknya bangunan tersebut. Baik penyebab maupun korbannya.
Namun yang pasti, setidaknya 18 unit ambulans dari berbagai unsur tampak stand by di lokasi kejadian. (kwan-knis)
Editor : heddyawan