x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Dirikan Biro Jasa Urus SIM Palsu, Kakak Adik Jadi Terdakwa

Avatar bukti.id

Hukum

Jerat korban dengan pasang iklan di medsos.

Surabaya, bukti.id – Bijaklah menggunakan media sosial (medsos). Jika tidak, bisa-bisa jadi tersangka seperti yang dilakukan kakak adik, M Hendra Pratama dan M Andrian Heru Kristian.

Kedua tersangka menjalani sidang dalam perkara dugaan jasa urus Surat Ijin Mengemudi (SIM) palsu, berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (15/7/2026).

Proses hukum atas perbuatan mereka, beragendakan pemeriksaan bagi keduanya sebagai terdakwa. Perkara ini, ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.

Di persidangan, sang kakak Hendra mengatakan, membuat akun di medsos Facebook untuk menawarkan jasa pengurusan SIM.

Hendra bilang, menawarkan jasa pembuatan SIM tanpa tes kesehatan dan tes psikologi. Pada medio September 2025, dirinya memasang tarif bervariasi.

“Saya menawarkan pembuatan SIM tanpa tes untuk SIM A sebesar 850 ribu, SIM B sebesar 1,150 juta, SIM C sebesar 750 ribu,” ujar Hendra di hadapan Majelis Hakim.

Dari pemasangan iklan di medsos tersebut, Hendra mengaku, hanya ada satu atau dua orang yang minta layanan jasa pengurusan SIM.

“Awalnya, seseorang minta diuruskan SIM A lalu minta dinaikkan ke SIM B 2 Umum,” aku dia.

Ditanya cara membuat SIM, dijawab jika dia memakai kertas paper, kemudian dia mengajukan surat kehilangan SIM, setelah didapat SIM baru miliknya, dia hapus menggunakan cairan sejenis tiner.

Sedangkan, kolom pada SIM diakuinya, dapat dari membeli di salah satu aplikasi di medsos area Lumajang, dengan harga sekitar Rp4 juta.

Hendra juga mengaku, dirinya hanya butuh Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan pas foto seseorang yang ingin dibuatkan SIM.

“Praktek pembuatan SIM dilakukan oleh Anas menggunakan laptop, printer juga laminasi,” ujar dia.

Diketahui, kini Anas berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO), diburu pihak kepolisian.

Selanjutnya, SIM yang sudah jadi diantar oleh adiknya, Andrian, dengan imbalan upah sebesar Rp200 ribu setiap kali kirim SIM palsu ke pemesan.

Dalam sidang, Hendra berterus-terang bahwa dia bekerja sebagai biro jasa pengurusan SIM di Satpas Sidoarjo, lalu muncul inisiatif nakal untuk membuat SIM sendiri alias SIM palsu.

Sementara itu, Andrian tidak banyak yang disampaikan dalam persidangan. Dia mengaku bertugas hanya mengantarkan SIM kepada pemesan.

“Saya sudah melakukan pengiriman sekitar 4 atau 5 kali ke pemesan,“ ungkap dia.

Di perkara ini, perbuatan kedua terdakwa terancam pidana sebagaimana yang diatur dalam pasal 391 ayat (1) KUHP Juncto pasal 20 huruf c KUHP.

Atau terancam pidana sebagaimana yang diatur dalam pasal 492 Juncto pasal 20 huruf c KUHP. (brint-slm)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Minggu, 23 Agu 2026 18:10 WIB | Peristiwa

Gempita HUT Kemerdekaan ke-81 RI di RW 16 Perum Sidokare Asri Sidoarjo

Warga RW 16 Perum Sidokare Asri Sidoarjo peringati HUT Kemerdekaan ke-81 RI dengan kegiatan sarat makna. ...
Rabu, 19 Agu 2026 12:15 WIB | Ekonomi

Pemerintah Bakal Manjakan Perempuan Prasejahtera

Pemerintah bakal terbitkan pedoman pelaksanaan kredit perempuan prasejahtera dengan suku bunga flat sebesar 8 persen/tahun ...
Rabu, 19 Agu 2026 08:05 WIB | Peristiwa

Karnaval Kemerdekaan 2026. BRIN Pamer Inovasi Antariksa hingga Energi Lewat

BRIN turut meriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dalam acara “Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara". ...
Selasa, 18 Agu 2026 05:05 WIB | Peristiwa

Polresta Sidoarjo Raih Penghargaan Pelayanan Perempuan dan Anak

Polresta Sidoarjo dapat kado istimewa dari Pemkab Sidoarjo saat HUT ke-81 Republik Indonesia. ...
Senin, 10 Agu 2026 12:05 WIB | Peristiwa

Pemadaman dan Pencegahan Penyebaran Api di Kawasan Bromo Terus Dilakukan Secara Kolektif

Hingga kini, lebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terus meluas. Wagub Emil pun tinjau langsung penanganan kebarakan. ...
Senin, 10 Agu 2026 10:10 WIB | Peristiwa

Ada Masalah Program MBG? Masyarakat Bisa Lapor Pengaduan BGN ke PO Box 45000

Bila alami dan menjumpai masalah Program MBG manfaatkan jalur pengaduan melalui mekanisme 'PO Box' 45000. ...