Anggota DPR RI dorong penanganan cepat stunting
Sidoarjo – Stunting menjadi faktor fundamental dalam masalah kependudukan di sebuah wilayah. Tak berlebihan jika Kabupaten Sidoarjo juga memberikan perhatian khusus faktor ini. Terlebih angka stunting di kabupaten ini mengalami peningkatan signifikan. Data terbaru mencatat prevalensi stunting naik dari 8,2 persen menjadi 10,6 persen.
Seiring itu, di penghujung tahun 2025, anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra Daerah Pemilihan Jawa Timur I, Bambang Haryo Soekartono, mengadakan reses di Desa Karangbong, Kecamatan Gedangan.
Pemilihan lokasi reses di kecamatan tersebut bukan tanpa alasan. Mengingat, Kecamatan Gedangan disebut sebagai wilayah dengan angka stunting tertinggi di Sidoarjo, terutama Desa Karangbong dan Desa Ganting. Kondisi tersebut dinilai perlu penanganan cepat dan terintegrasi agar tidak berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia.
“Angka stunting ini sangat mengkhawatirkan karena mengalami kenaikan cukup tajam. Di Kecamatan Gedangan, terutama Desa Karangbong dan Ganting, kasusnya paling tinggi. Ini harus segera dicarikan solusi yang tepat dan berkelanjutan,” ujar Bambang Haryo Soekartono alias BHS di hadapan warga, Senin (15/12/2025).
Moment itu digunakan warga untuk menyampaikan keluhan terkait mahalnya harga kebutuhan pokok menjelang akhir tahun. Kenaikan harga beras, minyak goreng, gula, dan telur dinilai semakin memberatkan keluarga berpenghasilan rendah dan berpengaruh terhadap pemenuhan gizi.
“Keluhan soal mahalnya sembako ini sangat relevan dengan stunting. Ketika beras, minyak, gula, dan telur mahal, pemenuhan gizi keluarga otomatis terganggu. Aspirasi ini akan kami sampaikan dan dorong agar mendapat perhatian pemerintah,” kata BHS.
Keluhan lain berkaitan dengan akses jalan penghubung Desa Karangbong dan Desa Kebaron Anom. Jalan tersebut sudah diuruk, namun belum dapat dilalui kendaraan roda empat sehingga menghambat aktivitas ekonomi serta distribusi hasil pertanian.
“Tadi sudah saya sampaikan langsung kepada Pak Bupati agar ada percepatan penyelesaian akses jalan Karangbong–Kebaron Anom. Jalan ini penting untuk mendukung aktivitas pertanian, koperasi, dan ekonomi masyarakat,” tegas dia.
Sebagai bentuk kepedulian, BHS menyerahkan dukungan tambahan gizi kepada anak-anak terdampak stunting. Dia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan dunia usaha.
“Bantuan gizi ini memang tidak banyak, tapi semoga bermanfaat. Yang terpenting adalah kesinambungan program dan komitmen bersama. Kalau angka stunting di Desa Karangbong bisa ditekan hingga di bawah lima persen, saya siapkan hadiah khusus sebagai bentuk apresiasi,” tutup BHS. (knis-kwan)
Editor : heddyawan