Penerapan Kerja di Rumah. Tak Semua ASN dan Pekerja Swasta Terkena

bukti.id
Menko Airlangga (kiri) dan Menteri Purbaya (kanan) saat memberikan keterangan pers (foto: ist)

Jakarta – Meski belum ada kepastian kapan berlakunya bekerja dari rumah alias Work From Home (WFH) dilakukan, namun pemerintah menegaskan jika penerapan aturan WFH tidak berlaku bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), serta pekerja swasta saat berakhirnya masa libur lebaran 2006.

Menurut Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, tidak semua ASN dan pekerja swasta yang wajib menjalani WFH selama sehari dalam sepekan.

Baca juga: Laporan Kemenkeu, Utang Pemerintah Capai Rp 305,5 Triliun

"Khusus pekerja sektor layanan publik tetap kerja di kantor. Ini untuk ASN dan imbauan kepada swasta. Tetapi yang tidak, bukan pelayanan publik, koordinasi dengan Kemenaker dan Mendagri," jelas Menko Airlangga, dalam rilisnya di Jakarta, dikutip Selasa (24/3/2026).

Airlangga menerangkan, kebijakan WFH selama sehari dalam sepekan ini, ditempuh sebagai mitigasi perkembangan harga minyak dunia yang sangat dipengaruhi eskalasi di Selat Hormuz. Semua tahu, biang keroknya adalah serangan biadab dari zionis Israel yang disokong Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.

"WFH akan didetailkan, tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan. (Berlaku) untuk ASN maupun imbauan untuk swasta," jelas dia.

Pada sisi lain, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membenarkan penjelasan Menko Airlangga. Memang ada beberapa sektor yang tak memungkinkan diberlakukannya WFH selama sehari dalam sepekan.

Baca juga: Mendiktisaintek Berharap Kampus Terapkan WFH Satu Hari Sepekan

"Nanti libur terus. Nanti enggak kerja-kerja. Ya WFH biar gimana tuh kadang-kadang ada hal-hal yang enggak bisa dikerjakan dengan baik dengan WFH," kata Purbaya.

Sampai saat ini, Purbaya bilang, pelaksanaan WFH masih dikaji oleh pemerintah yang dilaksanakan lintas kementerian. Target WFH jelas yakni penghematan BBM. Purbaya punya hitungan kasar dimana penghematan bisa mencapai 20 persen. 

"Ada hitungan kasar sekali … (WFH bisa menghemat) seperlima, kira-kira 20 persen (penggunaan BBM)," tukas dia.

Baca juga: Berharap WFH Jumat di Sidoarjo Mampu Dorong Efisiensi dan Kinerja ASN

Penjelasan Purbaya cukup masuk akal. Karena, harga minyak dunia fluktuatif setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam menyerang infrastruktur energi Iran bila Selat Hormuz tak dibuka.

Sekedar informasi, Goldman Sachs memperkirakan harga minyak Brent naik naik 0,23 persen menjadi 112,42 dollar AS per barrel (Rp 1.903.965, kurs Rp16.900 per barel). Kenaikan juga dialami minyak mentah West Texas Intermediate AS naik sekitar 0,28 persen menjadi 98,51 dollar AS per barrel (Rp1.665.981 per barel).

“Dengan asumsi bahwa aliran Hormuz tetap berada pada 5 persen (dari suplai normal) hingga 10 April 2026, harga kemungkinan akan cenderung naik selama periode tersebut," kata analis Goldman Sachs, Senin (23/3/2026) kemarin. (hari)

Editor : heddyawan

Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru