Kini di Sidoarjo Tersedia ’Omah Therapi-ku’

bukti.id
Secara resmi 'Omah Therapi-ku' di Sidoklumpuk Sidoarjo dapat dimanfaatkan masyarakat. (foto: net)

Layanan Gratis untuk ABK dan Masyarakat Kurang Mampu

Sidoarjo – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan ’Omah Therapi-ku’ milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur di UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PSAB) Sidoarjo, Jalan Mongonsidi Nomor 25, Sidoklumpuk, Sidoarjo, baru-baru ini.

Dalam sambutannya, Khofifah mengajak masyarakat untuk selalu bersyukur atas kondisi kehidupan yang dimiliki saat ini. Menurutnya, rasa syukur menjadi kunci ketenangan hidup dan cara terbaik melihat nikmat Allah SWT.

Baca juga: Sumringah, Penghuni Empat Rumah Tak Layak Huni di Sidoarjo Usai Dapat Kepastian

"Kalau hari ini masih bisa naik motor, bersyukurlah karena masih ada yang harus bersepeda jauh. Kalau masih bisa bersepeda, bersyukurlah karena ada yang harus berjalan kaki. Bahkan yang menggunakan kursi roda pun tetap harus bersyukur karena masih diberi umur dan napas oleh Allah," kata Khofifah, yang didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani beserta jajaran.

Detailnya begini. Pemprov Jatim resmi mengoperasikan tiga unit layanan sosial baru bertajuk ‘Omah Therapi-ku’ yang diperuntukkan bagi anak-anak penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), hingga masyarakat umum kurang mampu yang membutuhkan layanan terapi.

Novi menjelaskan, tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang mulai dioperasikan meliputi UPT PPSAB Sidoarjo, Balai Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial PMKS Sidoarjo, serta UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Malang.

“Untuk UPT PPSAB Sidoarjo, kami membuka rumah terapi bagi anak berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas yang membutuhkan,” ujar Novi saat peresmian.

Menurut Novi, saat ini terdapat sekitar 50 anak usia 0 hingga 13 tahun yang dibina di UPT PPSAB Sidoarjo. Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 anak membutuhkan terapi rutin seperti fisioterapi, terapi okupasi, terapi bicara, terapi sensori, hingga terapi perilaku.

Dalam mendukung kualitas pelayanan, Dinsos Jatim menggandeng tenaga kesehatan dan terapis bersertifikat melalui kerja sama dengan Poltekkes Kemenkes Surakarta serta Universitas Muhammadiyah Malang untuk layanan di wilayah Malang.

Baca juga: Gubernur Khofifah Sebut Sekolah Swasta Siapkan 79 Ribu Beasiswa

Menariknya, layanan ‘Omah Therapi-ku’ tidak hanya diperuntukkan bagi anak binaan di lingkungan UPT, namun juga dibuka secara gratis untuk masyarakat umum kurang mampu setiap hari Rabu.

“Setiap Rabu ini terbuka untuk umum dan gratis. Asal memenuhi ketentuan yakni masyarakat yang membutuhkan dan berada di desil 1 sampai 5,” tegas Novi.

Layanan terapi untuk ABK dipusatkan di UPT PPSAB Sidoarjo, sementara masyarakat umum dewasa seperti ODGJ maupun pasien pasca-stroke dapat mengakses layanan di Balai PMKS Jalan Pahlawan, Sidoarjo.

Pada tahap awal uji coba, kuota pelayanan dibatasi sekitar 5 hingga 10 pasien setiap hari Rabu agar proses terapi berjalan optimal. Durasi terapi sendiri berkisar antara 30 menit hingga satu jam per pasien.

Baca juga: Dinilai Sangat Memuaskan, Pemkab Sidoarjo Raih Prestasi Nasional

Ke depan, Pemprov Jatim juga tengah menyiapkan sistem pendaftaran berbasis aplikasi maupun WhatsApp agar layanan lebih mudah dijangkau masyarakat. Saat ini masing-masing UPT baru tersedia tiga terapis. Ke depan, penambahan jumlah terapis menjadi tantangan kami untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

Program inovatif ini mendapat apresiasi dari Gubernur Khofifah, yang meminta seluruh pelayan sosial terus menjaga semangat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Selain itu, dukungan juga datang dari PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur yang menyalurkan bantuan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) senilai Rp 250 juta untuk renovasi dan penataan ruang di tiga UPT tersebut.

Ke depan, Dinas Sosial Jawa Timur menargetkan penambahan empat UPT ’Omah Therapi-ku’ baru di sejumlah daerah guna memperluas jangkauan manfaat layanan sosial dan terapi bagi masyarakat Jawa Timur. (knis-kwan)

Editor : heddyawan

Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru