Hebat. Lamongan Jadi Percontohan Pertanian Modern Tanah Air

bukti.id
Wamentan Sudaryono saat mencoba penanam padi dengan menggunakan mesin di lahan sawah pertanian di Sekaran, Lamongan. (foto: net)

Wamentan ujicoba tanam padi pakai mesin

Lamongan – Lamongan patut berbangga dengan ditunjuk sebagai daerah percontohan pertanian modern di Indonesia. Itu terbukti dengan diadakan kegiatan Gerakan Tanam Padi menggunakan teknologi drone dan mesin tanam modern di Desa Kebalan, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, belum lama ini.

Bahkan disebutkan jika kegiatan yang dihadiri Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) sekaligus ad interim Menteri Pertanian, Sudaryono, bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy tersebut, merupakan upaya modernisasi sektor pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Baca juga: Sembilan Agenda Prioritas Pembangunan 2027 untuk Lamongan. Jamula, Salah Satunya

Dalam kegiatan tersebut, petani bersama kelompok tani dan penyuluh pertanian mempraktikkan penggunaan teknologi modern mulai dari mesin tanam padi (rice transplanter), drone untuk penebaran benih, hingga penyemprotan pupuk di area persawahan.

Dikatakan penerapan pertanian modern meliputi; Rice transplanter untuk percepatan tanam padi. Drone pertanian untuk penebaran benih. Drone untuk aplikasi pupuk. Mekanisasi pertanian berbasis teknologi modern. Optimalisasi produktivitas lahan pertanian.

Sudaryono mengapresiasi capaian sektor pertanian Kabupaten Lamongan, yang dinilai berhasil menjaga produktivitas dan berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional.

"Ini pertama kali saya datang ke Lamongan sebagai Wakil Menteri Pertanian. Saya melihat langsung semangat para petani yang luar biasa di daerah ini," kata Sudaryono kepada jurnalis di sela acara.

Dia menilai Lamongan layak mendapatkan dukungan lebih besar dari pemerintah pusat, karena mampu menunjukkan kinerja pertanian yang positif dan berkelanjutan.

Sudaryono menyebut, berbagai kebijakan pemerintah mulai menunjukkan hasil positif. Salah satunya terlihat dari peningkatan produksi pangan nasional yang berkontribusi pada pengurangan ketergantungan terhadap impor beras.

Baca juga: SPPG Evaluasi Bulanan. Ini Imbauan Dandim 0812 Lamongan

Pemerintah juga menjamin harga hasil panen tetap menguntungkan petani melalui kebijakan HPP gabah sebesar Rp6.500 per kilogram.

"Jika produksi meningkat, kesejahteraan petani akan meningkat. Jika petani sejahtera, ketahanan pangan nasional akan semakin kuat," tegas dia.

Sepakat dengan ucapan Wamentan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy mengajak petani untuk terus mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Yang menaikkan harga gabah itu Presiden Prabowo Subianto. Presiden ingin gabah dibeli dengan harga yang membuat petani mendapatkan keuntungan," kata Rachmat.

Baca juga: Festival Kupatan Lamongan. Menjaga Tradisi Sokong Wisata Ekonomi

Rachmat menilai kondisi pertanian saat ini menunjukkan perkembangan positif. Ia menyebut para petani mulai merasakan hasil dari berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah, baik dalam hal produksi maupun jaminan harga hasil panen.

Di hadapan penyuluh pertanian dan petani, Rachmat mengaku sengaja datang ke Lamongan untuk melihat langsung kondisi pertanian di daerah yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional tersebut.

Dirinya ingin memastikan, bahwa berbagai program yang dijalankan Kementerian Pertanian benar-benar berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan petani. (benny)

Editor : heddyawan

Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru