Lamongan, bukti – Pasien RSUD dr Soegiri Lamongan sedikit merasa plong. Setidaknya, perasaan ini terluapkan setelah 31 pasien penderita virus Covid-19 yang selama ini dirawat di rumah sakit pelat merah tersebut, dipindahkan Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Lamongan, Kamis (18/6/2020).
Tepatnya, tidak lebih dari dua jam setelah RSD bantuan pemerintah pusat itu diresmikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Pusat, Doni Monardo.
Baca juga: Hebat. Lamongan Jadi Percontohan Pertanian Modern Tanah Air
“Setelah kita meninggalkan acara ini, pasien yang ada di RSUD dr Soegiri langsung dievakuasi ke sini. Kalau tidak percaya, coba ditunggui saja,” kata Bupati Fadeli, menjawab pertanyaan jurnalis, usai peresmian yang dilakukan secara virtual.
Fadeli menambahkan, evakuasi sudah diagendakan secepat mungkin. Karena, rumah sakit dengan sebutan Fasilitas Isolasi dan Karantina untuk Pengendalian Infeksi Penyakit Menular Emerging di Lamongan ini, sementara dikhususkan untuk pasien Covid-19 yang ada RSUD dr Soegiri lebih dulu.
Alasannya, karena jarak keduanya berdekatan. Selain itu, dengan evakuasi cepat, diharapkan pasien lebih mendapatkan perawatan maksimal. Apalagi, ruang fasilitas di RSD Covid-19 memliki fasilitas dan peralatan lebih lengkap dan steril.
Baca juga: Sembilan Agenda Prioritas Pembangunan 2027 untuk Lamongan. Jamula, Salah Satunya
“Harapan kita, pasien cepat sembuh dan tidak menular kepada yang lain, karena tempatnya sangat steril,” paparnya.
RSD Covid-19 hanya ada tiga se Indonesia. Di antaranya di Papua, Jogjakarta dan Lamongan. Dibangun dengan dana berasal dari pemerintah pusat. Pengerjaan super kilat, hanya memakan waktu 5 minggu. Sebelumnya, Lamongan sudah memiliki beberapa tempat isolasi. RSUD dr Soegiri, Rusunawa dan Puskesmas Karangkembang, Babat.
Sementara Ketua GTPP Covid-19 Pusat, Doni Monardo dalam sambutannya mengatakan, pembangunan fasilitas observasi dan isolasi ini dilakukan berdasarkan permintaan dari Pemkab Lamongan. Karena saat itu angka sebaran Covid -19 di Kota Soto ini tercatat nomor tiga se Jawa Timur.
Baca juga: SPPG Evaluasi Bulanan. Ini Imbauan Dandim 0812 Lamongan
“Keberadaan fasilitas observasi dan isolasi ini, akan menjadi bagian dari upaya Pemkab Lamongan dan Pemprov Jatim secara umum, untuk mengakselerasi langkah-langkah percepatan penanganan Covid-19 menuju masyarakat produktif tapi tetap aman COVID-19,” ujarnya.
Doni Monardo meremikan secara virtual. Namun, saat acara di RSD Covid-19 di Lamongan dihadiri Wakil Menteri PUPR, John Wempi Wetipo. Turut hadir Ketua DPRD Lamongan, Ghofur. Wakil Bupati Kartika, Kapolres AKBP Harun, Dandim 0812 Lamongan Sidik Wiyon, Sekkab Yuhronur Efendi dan sejumlah pejabat terkait. (ron)
Editor : Redaksi