Surabaya, bukti.id – DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menilai faktor penentu kemenangan di Pilkada Kota Surabaya bukan dinilai dari start duluan kampanye. Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono menyatakan riuh dukungan pendukung lawan bisa saja tiba-tiba terdiam ketika PDI Perjuangan menang pesta demokrasi.
“Yang terpenting adalah hasil Pilwali,’’ tegas Awi, sapaan akrab Adi Sutarwijono.
Baca juga: BPK Jatim Sebut Baik tentang Pengelolaan Keuangan Pemkot Surabaya
Menurut Awi, PDI Perjuangan Kota Surabaya tidak bisa diremehkan. Terlebih menghadapi Pilwali. Sebab, Kota Pahlawan menjadi kandang banteng sejak Bambang DH memimpin Surabaya.
PDI Perjuangan pernah menghadapi situasi pelik. Tepatnya pada Pilwali 2010. Saat itu seluruh partai sudah mengajukan kandidat. Baru mendekati penutupan pendaftaran, PDI Perjuangan menentukan pilihan. Yaitu, mengajukan Tri Rismaharini-Bambang DH. Hasilnya, PDI Perjuangan menjadi jawara.
Baca juga: Upaya Pemkot Surabaya agar Penyaluran Bansos Tepat Sasaran Lewat Sistem Terintegrasi
Memang ada lima pasangan. Namun, ada satu pasangan yang sangat berat. Yakni, pasangan Arif Afandi-Adies Kadir yang diusung koalisi banyak partai. Apalagi, saat itu partai pemenang Pemilu, Partai Demokrat, full back up. Arif Afandi boleh dibilang incumbent sebagai wawali dan mempunyai bonus elektabilitas tinggi sebelum Pilwali.
Awi menjelaskan, PDI Perjuangan tidak bisa dipisahkan dari warga Surabaya. Sebab, lebih dari tiga periode kader banteng menjadi pemimpin kota. Selain itu, wali kota dari PDI Perjuangan memberikan bukti dan bukan sekadar janji.
Baca juga: Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Puluhan Lapak Ternak di Surabaya Diperiksa
Pada era Bambang DH, perbaikan dimulai. Infrastruktur ditata, taman-taman dibangun, pembangunan sosial pun tersentuh. Berlanjut pada kepemimpinan Risma. Pembangunan fisik dipacu. Kota Surabaya makin nyaman. Awi menuturkan, bukti itulah yang membuat warga setia dan tidak mudah berpaling kepada kandidat selain dari PDI Perjuanan. ’’Karena sudah terbukti,’’ katanya. (war)
Editor : W Aries