x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Aktivis 98 Jatim Ajak Aksi Damai dan Hindari Kekerasan

Avatar bukti.id

Peristiwa

Sodorkan Sepultura

Surabaya – Tragedi pembakaran Gedung Negara Grahadi dan Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Tegalsari, serta beberapa poslantas di Surabaya, Sabtu (30/8/2025) malam, memantik reaksi sejumlah Aktivis ’98 Jawa Timur untuk bersuara.

Saat konferensi pers di depan Hotel Majapahit Surabaya, Senin (1/9/2025), perwakilan Aktivis ’98 Jawa Timur, Trio Marpaung mengajak masyarakat agar aspirasi disampaikan secara damai dan menjauhi kekerasan. Mengingat adanya demonstrasi di berbagai daerah, yang mulai mengarah pada potensi krisis keamanan nasional.

Trio bilang, aksi demonstrasi pada 25 Agustus lalu yang awalnya menuntut pembubaran DPR, justru berkembang menjadi kerusuhan setelah insiden meninggalnya seorang driver ojek online, Affan Kurniawan, yang dilindas rantis Brimob di Jakarta.

“Kami paham sejumlah aksi massa yang terjadi sejak 25 Agustus itu, merupakan bentuk kekecewaan dari masyarakat terhadap kinerja elit-elit politik khususnya di DPR,” cetus dia.

Kata Trio, kondisi tersebut memicu amarah masyarakat hingga berujung penjarahan dan pembakaran fasilitas umum. Kalau dibiarkan, Indonesia bisa menghadapi krisis yang lebih parah daripada 1998.

“Karena menurut kami tindakan aksi telah mengancam stabilitas negara, kami merasa terpanggil untuk bersuara,” tandas dia.

Khusus tragedi yang terjadi di Surabaya, pihaknya menilai ada yang sengaja memanfaatkan situasi, dan membelokkan isu murni yang disuarakan ke masyarakat.

“Ada yang menunggangi terhadap aksi-aksi itu. Aksi itu menjadi luas dan menimbulkan kerusuhan, pembakaran, dengan target kantor polisi dan gedung-gedung negara dibakar, serta target penjarahan rumah-rumah anggota dewan,” urai dia.

Pada kesempatan itu, Aktivis ’98 Jawa Timur mengajukan Sepuluh Tuntutan Rakyat (Sepultura). Yakni;

1. Sahkan RUU perampasan aset koruptor.

2. Hukum mati bagi para koruptor.

3. Batalkan kenaikan pajak dan turunkan harga sembako.

4. Tolak kekerasan/tindakan represif aparat dalam menangani demonstrasi.

5. Reshuffle kabinet yang tidak sejalan dengan presiden.

6. Ganti Kapolri.

7. Ganti Mendagri.

8. Ganti Menkeu.

9. Tolak aksi vandalisme, perusakan, pembakaran dan penjarahan.

10. Lawan kaum serakahnomics.

Meski bersuara lantang melalui Sepultura, Trio menegaskan para Aktivis ’98 Jawa Timur tetap mendukung pemerintahan yang sah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Terakhir, mereka juga meminta kepada aparat keamanan untuk tidak bertindak represif, karena justru bisa memperkeruh situasi. (cebe)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Senin, 20 Jul 2026 17:05 WIB | Hukum

Perkara Agustin Widyawati dan Ranto Hensa Barlin Sidauruk Berlanjut, Usai Perlawanan Dakwaan Ditolak Hakim

Hakim PN Surabaya tolak pengajuan terdakwa Agustin dan Ranto dalam perkara penipuan ...
Minggu, 19 Jul 2026 08:34 WIB | Peristiwa

Tokoh Penggerak UMKM Ari Prabowo Berjanji Sinergikan Pariwisata dan UMKM

Jadi Ketum GEMI, Ari berjanji sinergikan pariwisata dan UMKM. ...
Sabtu, 18 Jul 2026 11:42 WIB | Peristiwa

Sah. Ari Prabowo Terpilih Jadi Ketum MANTRA periode 2026–2031

Munas I MANTRA sepakat memilih Ari Prabowo sebagai Ketum MANTRA periode 2026-2031. ...
Sabtu, 18 Jul 2026 08:08 WIB | Peristiwa

MANTRA Gelar Munas I di Surabaya. Fokus Tingkatkan Kualitas SDM Konstruksi

Munas I Mantra momen penting bagi pekerja konstruksi Indonesia. ...
Jumat, 17 Jul 2026 05:10 WIB | Peristiwa

Urai Kemacetan Gedangan. Sidoarjo Bakal Miliki Flyover di Lokasi ini

Urai kemacetan di Gedangan, Pemkab Sidoarjo bakal bangun flyover. ...
Jumat, 17 Jul 2026 04:05 WIB | Hukum

Beli Solar Subsidi Ber-barcode Kerjasama Operator SPBU, Hendrik Setiawan dan Rudi Agus Jalani Sidang

Sidang perkara pembelian BBM solar subsidi, majelis hakim pertanyakan status operator SPBU. ...