x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Inilah Kronologi Ibadah Haji 2020 Ditiadakan

Avatar bukti.id

Pemerintahan

Jakarta, bukti –  Keputusan pemerintah meniadakan ibadah haji pada tahun 2020 masehi atau 1441 hijriah menjadi pembicaraan umum semua kalangan, khususnya para calon jamaah haji. Ibadah haji tahun 2020 ditiadakan karena pandemi Covid-19 global belum berakhir. Berdasarkan kenyataan itu, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi di Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (2/6/2020) berujar, jika pemerintah memutuskan tak memberangkatkan haji pada 1441 hijriah.

Keputusan pemerintah yang membikin kaget semua pihak itu tidak diputuskan begitu saja. Berikut kronologi sebelum pemerintah mengumumkan pembatalan pelaksanaan ibadah haji tahun 2020.

Sebelum ada keputusan tersebut, pada Kamis (27/2/2020), pemerintah Arab Saudi lebih dulu menyetop kedatangan jamaah umrah dari berbagai negara. Keputusan ini diambil untuk mengantisipasi merebaknya wabah Covid-19.

Indonesia adalah satu dari sejumlah negara, di antaranya 23 negara lain termasuk Cina, Iran, Italia, Korea Selatan, Jepang, Thailand, juga Malaysia. Larangan penerbitan visa umrah juga dialami beberapa negara di Timur Tengah. Bahkan negara penyumbang tertinggi jamaah umrah, Pakistan juga mendapat perlakuan sama.

Indonesia merupakan negara kedua tertinggi, setelah Pakistan, yang mengirimkan jamaah umrah tiap tahunnya, dalam hitungan kalender hijriah. Dalam empat tahun terakhir, rata-rata jamaah umrah Indonesia mencapai 876.723 orang.

Imbas keputusan tersebut, sebanyak 2.393 jamaah dari 75 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) batal berangkat pada hari itu. Setidaknya, 1.685 jamaah juga tertahan di negara transit sebelum tiba di Saudi, mereka terpaksa dipulangkan.

Ketika itu, Menag Fachrul masih berharap, bahwa kebijakan menangguhkan sementara visa umrah oleh Arab Saudi terkait penyebaran virus Covid-19, tak merembet ke penyelenggaraan ibadah haji pada 2020. Pemerintah Indonesia menunggu sikap pemerintah Arab Saudi atas kebijakan haji ke depannya.

Meski di tengah ketidakpastian, Kemenag tetap mematangkan persiapan penyelenggaraan haji. Indonesia sendiri mendapat kuota haji 221.000 orang pada tahun ini.

Pada Rabu (1/4/2020) kemarin, Menteri Haji Arab Saudi Mohammad Benten meminta kepada umat Islam, agar menunda sementara melakukan ibadah haji tahun ini, tak lepas dari penyebaran virus Covid-19 yang sudah menjadi pandemi.

Jamaah haji Indonesia yang bersiap berangkat menunaikan ibadah haji tahun kemarin. (net)

Namun, Kemenag menegaskan, masih menunggu pengumuman resmi dari pemerintah Arab Saudi terkait kelanjutan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2020 di tengah pandemi Covid-19.

Indonesia pun menunggu kepastian tersebut hingga akhir April. Hingga pada 29 April, Arab Saudi tak kunjung memberi kabar. Kemenag pun mengundur batas waktu hingga 20 Mei. Di saat itu pula, pihak Arab Saudi.

Selanjutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menelepon Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud, untuk meminta kepastian pemberangkatan jamaah haji.

Menag Fachrul sempat menyebut pemerintah Arab Saudi mulai melakukan persiapan untuk penyelenggaraan ibadah haji 2020. Hal ini yang membuat pemberangkatan haji ditunda. Persiapan sudah terpantau sejak Sabtu (17/5/2020) lalu. Fachrul memastikan dari pantauan pihaknya, sudah ada tenda-tenda yang didirikan untuk jamaah haji di Arafah.

Arab Saudi sendiri telah membuka sejumlah masjid untuk pelaksanaan ibadah. Protokol ketat diterapkan untuk mencegah penularan corona yang berawal dari kegiatan ibadah bersama di dalam masjid. Aturan ketat itu di antaranya pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk lingkungan masjid, menggunakan masker, membawa sejadah sendiri, menghindari jabat tangan, dan menjaga jarak antarsesama setidaknya sampai dua meter.

Kemudian, pada Senin (1/6/2020), Kedutaan Besar Indonesia di Arab Saudi mengirimkan surat ke Kementerian Agama (Kemenag) RI. Dalam surat itu turut menyatakan bahwa Menteri urusan Haji Arab Saudi belum bisa memastikan itu, karena pandemi virus Covid-19 yang tak kunjung selesai.

Berdasarkan kondisi tersebut, Kemenag RI memandang bahwa tak ada kecukupan waktu untuk mempersiapkan pelaksanaan Ibadah Haji tahun 2020 bagi calon jemaah asal Indonesia. Sebab, berbagai persiapan, mulai pengurusan visa hingga menjalankan protokol kesehatan wajib dilakukan oleh pemerintah dalam waktu dekat.

Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kemenag RI, Nizar Ali, menyatakan Kemenag mengambil keputusan tersebut dengan mempertimbangkan keselamatan jiwa para calon jamaah haji Indonesia.

"Apapun keputusannya, kita tidak punya kecukupan waktu (persiapan ibadah haji)," tandas Nizar, kemarin. (kur)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Sabtu, 17 Okt 2026 19:10 WIB | Peristiwa

Dai Sejuta Mimbar. Kerja Bareng BRIN dan BPKH

BPKH dan BRIN 'lahirkan' Dai Sejuta Mimbar, yakni edukasi rencana haji dan dakwah pakai platform digital. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 15:10 WIB | Peristiwa

Awas, Jukir mBetik Bakal Disanksi. Pemkab Sidoarjo Seriusi Parkir DigitalĀ 

Oknum jukir nakal di Sidoarjo bakal disanksi, seiring penerapan parkir digital. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 14:42 WIB | Ekonomi

Petikemas Internasional TTL Melonjak 78,69 Persen, Tembus 389 Ribu TEUs

Arus petikemas internasional Terminal Teluk Lamong mencapai 389.682 TEUs hingga Agustus 2026, meningkat 78,69 persen secara tahunan. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 08:48 WIB | Pendidikan

Unibraw dan BRIN Ubah Limbah Pertanian Jadi Produk Kimia Bernilai Tambah

UB dan BRIN kolab kembangkan limbah pertanian jadi produk kimia. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 06:40 WIB | Peristiwa

Terminal Teluk Lamong Surabaya Raih Prestasi Internasional

Dalam ajang GPF Awards 2026 Singapura, anak perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas, PT Terminal Teluk Lamong sukses meraih dua penghargaan. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 05:05 WIB | Peristiwa

Bunda Jelita, Tak Sekedar Berburu Tren. TP PKK Surabaya Bakal Dampingi Keluarga Bumil Hingga Lahiran

Pemkot dan TP PKK Surabaya dampingi keluarga Bumil hingga lahiran lewat Bunda Jelita. ...