x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Pelajar Indonesia Ingin Kembali ke Sekolah

Avatar bukti.id

Pendidikan

Jakarta, Bukti – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Indonesia merilis jika tahun ajaran baru 2020-2021 akan dimulai pada 13 Juli 2020. Atas pengumuman tersebut, tentu membawa angin segar bagi pelajar yang sudah merasa bosan belajar dari rumah. Untuk itu, UNICEF menggelar survei terkait hal tersebut.

Survei yang dilakukan UNICEF digelar dari 18 hingga 29 Mei 2020 dan 5 hingga 8 Juni 2020 melalui kanal U-Report yang terdiri dari SMS, WhatsApp, dan Facebook Messenger. Survei itu menerima lebih dari 4.000 tanggapan dari siswa di 34 provinsi.

Peserta ditanyai serangkaian pertanyaan tentang bagaimana mereka menjalani pembelajaran jarak jauh dan bagaimana perasaan mereka tentang pembukaan kembali sekolah.

Indonesia memerintahkan sekolah untuk tutup pada awal Maret, yang berdampak pada lebih dari 60 juta siswa di seluruh negeri. Hasil survei menunjukkan bahwa siswa sangat ingin kembali ke sekolah.

Sekitar dua pertiga (66 persen) mengatakan mereka merasa tidak nyaman belajar dari rumah dan mayoritas (87 persen) mengatakan mereka ingin segera kembali ke sekolah.

Tetapi ketika ditanya tentang kembali ke sekolah di tengah pandemi, setengah dari responden mengatakan mereka percaya akan lebih baik untuk kembali setelah jumlah kasus Covid-19 berkurang. Sebagian besar (88 persen) mengatakan mereka bersedia mengenakan masker di sekolah dan 90 persen mengatakan mereka memahami pentingnya jarak fisik jika mereka melanjutkan pembelajaran di kelas.

Ketika ditanya tentang tantangan utama yang mereka alami saat belajar dari rumah, 38 persen siswa mengatakan mereka kekurangan bimbingan dari guru, sementara 35 persen menyebutkan akses internet yang buruk. Jika pembelajaran jarak jauh berlanjut, lebih dari setengah (62 persen) mengatakan mereka membutuhkan bantuan untuk kuota internet.

"Ketika negara ini mulai mengurangi pembatasan, sangat penting untuk memprioritaskan pembelajaran anak-anak baik di sekolah atau jarak jauh," kata Perwakilan UNICEF Debora Comini.

“Anak-anak yang paling rentan adalah yang paling terpukul oleh penutupan sekolah, dan kita tahu dari krisis sebelumnya bahwa semakin lama mereka tidak bersekolah, semakin kecil kemungkinan mereka untuk kembali.”

Menanggapi Covid-19, UNICEF mendukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memberikan kesempatan belajar berkualitas dengan memastikan kesehatan dan keselamatan anak-anak baik di sekolah maupun di rumah. Sampai saat ini, UNICEF telah mendukung penyediaan panduan tentang belajar dari rumah dan kompilasi bahan belajar cetak untuk kegiatan belajar di rumah. (aries)

Editor : W Aries

Artikel Terbaru
Rabu, 03 Jun 2026 17:55 WIB | Hukum

Eks Kepala BGN Jadi Tahanan Kejagung

Kejagung RI menahan eks Kepala dan dua Wakil Kepala BGN. ...
Rabu, 03 Jun 2026 09:05 WIB | Hukum

Sejak Dini Hari, Penyidik Kejagung Geledah Kantor BGN

Kejagung geledah kantor pusat BGN, sehari setelah Dadang dicopot jadi Kepala BGN. ...
Rabu, 03 Jun 2026 08:34 WIB | Pemerintahan

Gonjang-Ganjing BGN. Presiden Prabowo Copot Dadan, Nanik Naik Tahta

Presiden Prabowo copot Dadan dari Kepala BGN dan diganti Nanik, di tengah sorotan tajam terhadap pelaksanaan Program MBG. ...
Rabu, 03 Jun 2026 06:10 WIB | Pemerintahan

Dadan Dicopot sebagai Kepala BGN. Mensesneg: untuk Pastikan Program MBG Berjalan Efektif

Presiden Prabowo Subianto lakukan pergantian pimpinan BGN sebagai upaya memastikan program prioritas nasional berjalan efektif. ...
Rabu, 03 Jun 2026 05:05 WIB | Hukum

KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Gedung Pemkab Lamongan

KPK tahan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kantor Pemkab Lamongan. ...
Selasa, 02 Jun 2026 20:20 WIB | Ekonomi

Juni ini Tiga Bansos Cair Lagi. Dari PKH hingga Kartu Sembako

Juni ini, Kemensos kembali salurkan berbagai program bansos dari PKH hingga Kartu Sembako. ...