Lamongan, bukti.id – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan presentasi kasus aktif Covid-19 di Jatim terendah ke dua nasional. Ini penurunan kasus signifikan. Karena, sebelumnya Jatim sempat masuk zona merah penyebaran pandemi Covid-19.
"Jawa Timur nomor dua angka aktif secara presentatif dalam penurunan kasus Covid-19 se Indonesia. Nomor satu Provinsi Gorontalo," katanya, usai mengisi tausiah peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W, di Desa Miru, Kecamatan Sekaran, Lamongan, Minggu (8/11)
Baca juga: Gubernur Khofifah Sambut Kepulangan 378 Jemaah Haji Kloter I di Asrama Haji Surabaya
Karena kondisi demikian itu, lanjut Khofifah, proses belajar mengajar lewat tatap muka dalam pendidikan di tingkat SMA atau SMK di bawah naungan Pemprov Jawa Timur sudah bisa dilakukan, Sekalipun melalui proses bertahap.
"Ingat bertahap lo ya. Tadinya cuma satu sekolah, kemudian 25 persen sekolah. Muridnya 25 persen, terus nambah lagi dan bertahap. SMA, SMK itu urusanya pemprov, jadi itu yang ada dalam regulasi pemprov,’’ tegasnya.
Baca juga: Gubernur Khofifah Sebut Sekolah Swasta Siapkan 79 Ribu Beasiswa
Namun, gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu tetap mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga protokol kesehatan. Ini demia perkembangan penanganan kasus Covid-19 di Jawa Timur yang semakin membaik.
‘’Tetap waspada dan patuhi protokol kesehatan. Jaga 3 M. Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Ikuti doa agar bangsa Indonesia segera terbebas dari Covid-19,’’ pesannya.
Baca juga: Hebat. Lamongan Jadi Percontohan Pertanian Modern Tanah Air
Kehadiran Khofifah di Desa Miru juga menyempatkan diri memenuhi permintaan masyarakat untuk meresmikan aula majelis Ta’lim Muslimat desa setempat. (ron)
Editor : heddyawan