Ini Arahan Wagub Emil

Rakyat Jatim Wajib Sadar Pengaruh Tanaman Daerah Lereng

bukti.id
Wagub Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak (kiri) memberikan keterangan kepada jurnalis usai rapat bersama DPRD Jawa Timur. (foto: trq)

Surabaya, bukti.id – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak menyebut, terjadinya banjir bandang, lereng longsor disebabkan ada pemanfaatan lahan yang bukan pada tempatnya.

Menurut Emil, pemanfatan daerah lereng yang seharusnya tertanam pohon-pohon berakar besar sebagai pengikat tanah, kini dialihfungsikan dengan tanaman musiman dan tidak mempunya daya tahan kuat.

Baca juga: Gubernur Khofifah Sambut Kepulangan 378 Jemaah Haji Kloter I di Asrama Haji Surabaya

"Hampir semua banjir bandang yang saya temukan, termasuk di Ijen Bondowoso. Semuanya pemanfaatan lahan di lereng seyogyanya ditanami tanaman yang memiliki kemampuan mengikat tanah dengan baik, itu justru ditanami tanaman musiman," ujar Emil seusai rapat paripurna di Gedung DPRD Jawa Timur, Senin (8/11/2021).

Kondisi tersebut, tambah Emil, diperparah dengan fenomena La Nina, dimana ada peningkatan intensitas curah hujan. Sehingga kerawanan akan terjadinya bencana alam makin tinggi.

Baca juga: Gubernur Khofifah Sebut Sekolah Swasta Siapkan 79 Ribu Beasiswa

Emil berharap ke depannya, ada kesadaran dari masyarakat di daerah lereng akan pentingnya tanaman dengan daya ikat tanah tinggi. Sehingga meminimalisir bencana alam terulang lagi.

"Kita pikirkan memang, bagaimana pemberdayaan masyarakat ini sebetulnya sudah dilakukan di Bondowoso. Dialihkan supaya mulai tanaman-tanaman itu diganti tanaman yang punya akar yang lebih kuat," kata Emil.

Baca juga: Awas! Wilayah Jatim Bakal Terancam Kekeringan. BPBP: Bisa Melanda 800 Desa

Emil berujar, tingginya kepadatan penduduk di bawah lereng membuat masyarakat mau tidak mau merambah ke daerah lereng. Lahan lereng yang seharusnya ditanami pohon besar kini terkorbankan dengan bangunan rumah penduduk.

"Kepadatan penduduk juga membuat masayarakat merambah kesana. Itu yang tidak mudah," pungkas Emil. (trq)

Editor : heddyawan

Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru