Jakarta – Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menyebut pemerintah membutuhkan anggaran Rp9 miliar untuk penulisan ulang sejarah Indonesia. Pernyataan itu secara khusus diungkap Fadli di hadapan wakil rakyat.
"Kalau tidak salah catatannya Rp 9 miliar, kita harapkan begitu. Nanti kita akan berkoordinasi supaya masyarakat, rakyat mengerti sejarah dan tidak melupakan atau meninggalkan sejarah kita," kata Fadli di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Senin (26/5/2025).
Baca juga: Mengulik Dana Indonesia Raya untuk Apa dan Siapa.
Fadli menyatakan, hasil dari penulisan sejarah ulang tersebut diharapkan dapat menjadi dari bahan ajar di sekolah. Kemenbud juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat target penyelesaiannya pada Agustus 2025.
Baca juga: Sejumlah Komunitas Budaya di Jatim Mendesak Dibentuk Dinas Kebudayaan di Daerah
"Kita berharap juga ada lagi mata pelajaran sejarah itu wajib. Di Amerika saja seluruh bidang apa bukan seluruh bidang, seluruh jenjang itu ada US History ya," ucap dia.
Ditambahkan, terdapat sejumlah faktor yang membuat penulisan ulang sejarah Indonesia harus dilakukan. Menurutnya, sejumlah judul dalam buku penulisan sejarah tersebut juga tengah dibicarakan dengan pihak terkait.
Baca juga: Pasca Kementerian Kebudayaan, di Daerah Seniman Berharap Ada Dinas Kebudayaan
"Menghapus bias kolonial dan menegaskan perspektif Indonesia-sentris, apalagi sekarang ini kita 80 tahun Indonesia merdeka. Sudah saya kira waktunya kita memberikan satu pembebasan total dari bias kolonial ini dan menegaskan perspektif Indonesia sentris," tandas Fadli. (kwan-hari)
Editor : heddyawan