Mudahkan Pelayanan Kesehatan Lamongan
Lamongan – Untuk meningkatkan kinerja dan kualitas layanan di RSUD maupun Puskesmas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan bakal terus mendorong penguatan tata kelola, efisiensi pembiayaan, transformasi layanan berorientasi pasien, penguatan daya saing dan inovasi, integrasi sistem layanan primer dan sekunder, serta peningkatan kapasitas dan budaya kerja SDM kesehatan.
Intinya, Pemkab Lamongan terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas bagi masyarakat. Seiring itu, berlangsung penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara RSUD dr. Soegiri dengan 32 Puskesmas se-Kabupaten Lamongan terkait sistem pelayanan rujukan terpadu.
Baca juga: Hebat. Lamongan Jadi Percontohan Pertanian Modern Tanah Air
Dengan sinergitas ini, RSUD dr Soegiri akan berperan sebagai One Stop Referral Center atau pusat rujukan terpadu. Artinya, masyarakat dapat memperoleh berbagai layanan kesehatan mulai dari tingkat dasar hingga subspesialis di satu lokasi tanpa harus berpindah tempat.
“Kerja sama ini tentu akan memberikan kemudahan dan efisiensi bagi masyarakat Lamongan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lengkap dan berkualitas,” ujar Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, Sabtu (1/11/2025).
Dukungan tersebut disampaikan Yuhronur, saat menjadi narasumber dalam seminar layanan bedah mulut dan kolaborasi rujukan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) milik pemerintah, yang digelar di Aula RSUD dr Soegiri Lamongan.
Baca juga: Sembilan Agenda Prioritas Pembangunan 2027 untuk Lamongan. Jamula, Salah Satunya
Yuhronur bilang, dukungan terhadap MoU ini sejalan dengan misi kedua Pemerintah Kabupaten Lamongan, yakni mewujudkan daya saing sumber daya manusia yang unggul, berakhlak, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Selain itu, langkah ini juga mendukung program prioritas Lamongan Sehat sebagai payung besar transformasi sektor kesehatan, serta selaras dengan Asta Cita kelima Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yaitu meningkatkan layanan kesehatan dan gizi seluruh rakyat.
Dikatakan, indeks kesehatan masyarakat di Kabupaten Lamongan menunjukkan tren positif. Pada tahun 2023, indeks kesehatan mencapai angka 0,844 dan meningkat menjadi 0,847 pada tahun 2024.
Baca juga: SPPG Evaluasi Bulanan. Ini Imbauan Dandim 0812 Lamongan
“MoU ini diharapkan memberi dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam memudahkan dan mendekatkan layanan kesehatan. Hal ini menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Lamongan,” ujar pria yang karib disapa Pak Yes itu.
Pada moment itu Yuhronur juga meninjau pelaksanaan bakti sosial operasi bibir sumbing di RSUD dr. Soegiri, yang merupakan hasil kolaborasi antara RSUD dr. Soegiri dan RS Universitas Airlangga (Unair). (benny)
Editor : heddyawan