Kirab Budaya di Sidoarjo Jadi Simbol Toleransi, Harmonisasi dan Persaudaraan

bukti.id
Kirab budaya dalam rangka HUT Klenteng Tri Dharma Teng Swie Bio Sidoarjo (foto: ist)

HUT Kelenteng Tri Dharma Teng Swi Bio

Sidoarjo – Kirab budaya yang digelar di Klenteng Tri Dharma Teng Swie Bio, di Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, tak sebatas kegiatan seremoni iringan-iringan kesenian tradisional belaka, lantas mendapat tepuk tangan gemuruh penonton. Namun maknanya, lebih dari itu, lebih luas.

Meski sejatinya kirab tersebut dihelat dalam rangka peringatan ulang tahun Kelenteng Tri Dharma Teng Swi Bio, belum lama ini.

Baca juga: Sumringah, Penghuni Empat Rumah Tak Layak Huni di Sidoarjo Usai Dapat Kepastian

Sejumlah atraksi budaya ditampilkan oleh pelaku seni dan masyarakat. Tak luput juga diwarnai pawai gunungan sayur dan buah, tumpeng raksasa. Parade reog dan barongsai, serta iring-iringan masyarakat lintas etnis dan agama.

Tak pelak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo pun mendukung kirab budaya itu sebagai bentuk harmoni dan kerukunan antar umat beragama di wilayah setempat, dan Sidoarjo secara umum.

Bupati Sidoarjo Subandi, yang nampak hadir di acara itu, menilai kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pelestarian budaya dan sejarah, sekaligus merupakan bentuk harmoni, toleransi, dan persaudaraan.

"Selain melestarikan budaya dan sejarah, kegiatan seperti ini juga dapat mempererat hubungan antar umat beragama di Sidoarjo agar selalu aman, damai, dan rukun," kata Subandi.

Subandi juga menekankan pentingnya pelestarian budaya sebagai tanggung jawab bersama. Menurutnya, kegiatan tersebut dinilai perlu untuk terus dilestarikan dan dijadikan sebagai salah satu agenda tahunan di Sidoarjo.

Baca juga: Dinilai Sangat Memuaskan, Pemkab Sidoarjo Raih Prestasi Nasional

"Melestarikan budaya bukan hanya tugas komunitas tertentu, tapi tanggung jawab kita bersama. Dari budaya, kita belajar tentang nilai, sejarah, dan jati diri. Dari perjalanan kita, kita membangun masa depan yang lebih kuat dan bersatu," ujar dia.

Subandi juga mendorong agar kirab budaya dapat dijadikan agenda tahunan daerah. Kata dia, Pelestarian budaya lokal merupakan bagian penting dalam memperkuat identitas daerah dan menjaga nilai-nilai kebhinekaan.

“Kirab budaya seperti ini mengajarkan nilai-nilai luhur persatuan, gotong royong, dan kebinekaan yang menjadi kekuatan masyarakat kita,” tambahnya.

Di bagian lain, Ketua Panitia Kirab Budaya, Wang Chenfung mengatakan, acara ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus sarana untuk mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan warisan budaya leluhur.

Baca juga: Mengulik Pembangunan Fly Over Gedangan Sidoarjo, Target Mulai 2027

“Kirab budaya ini kita adakan untuk rasa syukur dan mengingatkan generasi muda bahwa kita masih punya budaya dari leluhur. Sekaligus ini juga dalam rangka ulang tahun kelenteng,” ujar dia.

Pria yang karib disapa Hengki itu menuturkan, persiapan kirab dilakukan selama tiga bulan dengan melibatkan 39 organisasi lintas iman, serta delapan kelenteng dari berbagai daerah sekitar Sidoarjo. Kirab tahun ini beragam elemen masyarakat seperti karang taruna, murid sekolah, hingga komunitas seni tradisional turut berpartisipasi. Antusiasme masyarakat disebut sangat tinggi, bahkan turut berpartisipasi peserta dari Gudo, Jombang.

Terakhir, Hengki berharap kirab budaya di Klenteng Tri Dharma Teng Swie Bio itu dapat menjadi agenda tahunan di Sidoarjo, sebagai wujud mempererat kebersamaan lintas agama dan budaya. (knis-kwan)

Editor : heddyawan

Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru