Semarang – Program KUR dan UMi tidak sekadar memberikan tambahan modal usaha, melainkan juga mendorong tumbuhnya lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selaras dengan itu, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Tengah (Jateng) menunjukkan capaian impresif hingga September 2025.
Kondisi capaian tersebut diungkapkan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan(DJPb) Jawa Tengah, Bayu Andy Prasetya, dalam sebuah kesempatan. Disebutkan per September 2025, total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp34,72 triliun untuk 667.010 debitur.
Baca juga: Menkeu Purbaya Bakal Ajari Pemda Kelola APBD
"Sedangkan penyaluran Kredit Ultra Mikro mencapai Rp793,33 miliar untuk 155.924 debitur," ujar Bayu kepada jurnalis, Senin (3/11/2025).
Bayu menyebut, capaian ini mencerminkan peran kuat sektor riil dalam menjaga ekonomi daerah. Penyaluran kredit program turut memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil dan mikro.
Baca juga: Akad Masal Berlanjut. Rumah Murah Bagi Rakyat Dari BTN
Kabupaten Pati tercatat sebagai penyalur KUR terbesar dengan nilai Rp2,14 triliun. Penyaluran Kredit Ultra Mikro (UMi) tertinggi berada di Kabupaten Brebes sebesar Rp60,03 miliar.
"Akses modal yang lebih luas mendorong pelaku usaha kecil dan mikro untuk memperkuat usaha, lapangan kerja baru, meningkatkan daya saing produk lokal,” ujar dia.
Baca juga: DPR Minta Perbankan Berperan Aktif
Dukungan terhadap UMKM terus diperluas melalui kolaborasi lintas lembaga dan pemerintah daerah. Sinergi ini diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi serta memperkuat ketahanan fiskal di Jateng.
Hingga akhir September 2025, kinerja APBN Jateng juga menunjukkan tren positif dan seimbang. Stabilitas fiskal yang terjaga menjadi penopang utama bagi keberlanjutan program ekonomi rakyat. (dya-kwan)
Editor : heddyawan