Menkeu Purbaya Bakal Ajari Pemda Kelola APBD
Usai ‘terbongkar’ banyak dana daerah mengendap
Jakarta – Ada catatan khusus dari Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, melalui pidatonya pada peringatan Hari Oeang ke-79, yang dipublish oleh kanal YouTube Kementerian Keuangan dikutip Sabtu (1/11/2025).
Pada moment itu, Purbaya menyoroti masih lemahnya kemampuan sejumlah pemerintah daerah dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), yang menyebabkan banyak dana daerah mengendap di perbankan.
Purbaya mengungkapkan, masih ada sejumlah daerah yang belum mampu mengelola anggarannya dengan baik, sehingga realisasi belanja dan pembangunan daerah kerap terlambat. Kondisi tersebut, menurutnya, menghambat perputaran ekonomi di daerah yang seharusnya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Kalau kita lihat di media beberapa minggu terakhir, ada daerah-daerah yang belum bisa mengelola anggarannya dengan baik,” cetus Purbaya dalam pidatonya.
Terkait itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengambil langkah proaktif dengan memberikan pendampingan dan pelatihan kepada pemerintah daerah agar belanja daerah lebih efektif, tepat waktu, dan berdampak pada perekonomian.
“Untuk itu ke depan Kementerian Keuangan harus lebih proaktif. Mungkin kita akan mengajarkan mereka bagaimana mengelola dan membelanjakan anggarannya dengan baik,” tegas dia.
Purbaya bilang, pemerintah pusat melalui Kemenkeu akan membantu daerah memperkuat kapasitas pengelolaan keuangan, termasuk memperbaiki tata kelola dan disiplin belanja publik. Ia juga memberi tugas tambahan kepada Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan untuk ikut mendampingi daerah dalam perencanaan dan eksekusi anggaran.
Purbaya juga menekankan pentingnya ketepatan waktu dan sasaran dalam penggunaan anggaran negara. Dirinya mendesak seluruh jajaran Kemenkeu menjaga kredibilitas data dan mengedepankan prinsip akurasi dalam setiap kebijakan fiskal.
“Saya minta teman-teman semua juga ke depan melakukan hal yang sama, cek, double cek, pastikan uang dibelanjakan tepat waktu, tepat sasaran, dan digunakan secara maksimal untuk kemakmuran masyarakat,” tandas dia.
Selain itu, Purbaya juga menyinggung arahan Presiden Prabowo Subianto agar pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8% sebagai fondasi menuju Indonesia Maju. Dia menilai target tersebut bukan hal mustahil, asalkan seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah bekerja secara terkoordinasi serta memastikan anggaran terserap secara produktif.
“Kita bukan hanya bagi-bagi duit di APBN, tetapi memastikan semuanya bisa mendorong ekonomi dengan baik,” cetus dia.
Ditambahkan, pertumbuhan ekonomi yang dicari bukan sekadar angka tinggi di laporan, melainkan pertumbuhan yang benar-benar dirasakan rakyat. Karena itu, seluruh jajaran Kemenkeu diminta menjaga kepercayaan publik dan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah agar setiap rupiah yang dikelola benar-benar membawa manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
Di akhir pidato, Purbaya mengajak kepada seluruh pegawai Kemenkeu untuk menjaga profesionalisme, integritas, serta semangat kolaborasi lintas lembaga. Dia menekankan, tantangan ekonomi global menuntut Kemenkeu menjadi jangkar stabilitas nasional yang mampu menjaga keuangan negara tetap sehat dan adaptif. (aditya)
Editor : heddyawan