Sidoarjo – “Saya tegaskan, tidak boleh ada kontraktor nakal. Kalau ada yang mengerjakan proyek tidak sesuai kualitas atau molor dari jadwal tanpa alasan jelas, ya kita putus kontraknya. Ini proyek strategis untuk warga, tidak boleh main-main,”.
Nada keras beraroma peringatan dan ancaman tersebut disampaikan Bupati Sidoarjo, Subandi kala melakukan inpeksi dadakan alias sidak di lokasi proyek rumah pompa dan bendungan di Desa Kedungpeluk, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Baca juga: Sumringah, Penghuni Empat Rumah Tak Layak Huni di Sidoarjo Usai Dapat Kepastian
Iya benar. Tanpa agenda tersusun dan acara protokoler, Subandi sidak di lokasi proyek bersama jajaran Dinas PUBMSDA, BPBD Sidoarjo, dan Forkopimka Candi. Dirinya menegaskan komitmennya memastikan tidak ada kontraktor nakal dalam seluruh pembangunan infrastruktur.
Wajar jika Subandi murka, karena proyek rumah pompa dan bendungan Kedungpeluk itu menjadi salah satu infrastruktur strategis pengendalian banjir di wilayah selatan Sidoarjo, khususnya untuk mengurangi limpasan air dari kawasan Tanggulangin, yang selama ini menjadi titik rawan genangan.
Subandi lebih fokus menyoroti pentingnya kualitas dan ketepatan waktu pengerjaan. Pemkab Sidoarjo, tandas Subandi, tidak akan segan mengambil tindakan tegas, termasuk pemutusan kontrak, apabila ditemukan kontraktor yang bekerja asal-asalan atau tidak mematuhi target.
Baca juga: Dinilai Sangat Memuaskan, Pemkab Sidoarjo Raih Prestasi Nasional
Diketahi, sesuai jadwal, pembangunan rumah pompa dan bendungan Kedungpeluk ditargetkan selesai pada 26 Desember 2025 mendatang. Subandi juga memastikan evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap seluruh proyek pemerintah daerah yang berlangsung selama tahun 2025.
“Semua pembangunan akan dievaluasi, dari kualitas pekerjaan hingga ketepatan waktu. Kita ingin pembangunan tahun depan benar-benar lebih baik, lebih cepat, dan tepat sasaran,” tandas dia.
Baca juga: Mengulik Pembangunan Fly Over Gedangan Sidoarjo, Target Mulai 2027
Melihat reaksi Subandi, pelaksana proyek di lapangan nggreweli dan sontak merespon jika progres pengerjaan mencapai 49 persen, dan optimistis dapat dituntaskan sesuai target meski memasuki musim penghujan.
Bahkan dirinya memastikan proyek bakalan kelar sesuai jadwal, dan kini mereka masih fokus pekerjaan pada lantai dasar bendungan, sesuai arahan Bupati Subandi. (knis-kwan)
Editor : heddyawan