Jawa Tengah Peroleh Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik

bukti.id
Gubernur Ahmad Luthfi (kanan) saat menerima penghargaan dari Mendagri Tito Karnavian (kiri) (foto: humas pemprov jateng)

Versi Kemendagri-Tempo

Jakarta – Terkait layanan Kesehatan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah sudah tak perlu diragukan lagi. Sukses ini menempatkan provinsi tersebut meraih penghargaan kategori Peningkatan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan Terbaik, dalam ajang Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2025 untuk kelompok provinsi dengan fiskal tinggi.

Penghargaan itu diserahkan langsung kepada Gubernur Ahmad Luthfi di Hotel Borobudur Jakarta, dalam acara yang digelar Kemendagri bekerja sama dengan Tempo Media, belum lama ini.

Baca juga: Potensi Kenaikan Harga Telur-Daging Ayam, Efek Permintaan MBG yang Banyak

General Manager Pusat Data dan Analisis Tempo, Khairul Anam menjelaskan, penilaian dilakukan berdasarkan serangkaian indikator. Mulai dari data cek kesehatan gratis (30 persen), BLUD (20 persen), Integrasi Layanan Primer/ILP (20 persen), posyandu siklus hidup aktif (10 persen), UPKDK (10 persen), hingga kelengkapan alat kesehatan (10 persen).

Hasilnya, Jateng dinilai berhasil meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan sebesar 87,49 persen, sementara layanan cek kesehatan gratis mencatat capaian 96,91 persen.

Bahkan, 99,79 persen Puskesmas di provinsi itu, kata pria yang sekiligus anggota juri ini, telah memiliki otonomi pengelolaan keuangan dan menerapkan layanan primer terintegrasi, melampaui rata-rata nasional.

Atas raihan prestasi itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyatakan penghargaan ini lahir dari kerja-kerja kolaboratif seluruh Dinas Kesehatan di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Salah satu program yang dinilai signifikan adalah dokter spesialis keliling (Speling).

Baca juga: Investasi Harus Bernilai Tambah dan Ramah Lingkungan

Sejak diluncurkan Maret hingga 30 November 2025, Speling sudah menjangkau 790 desa/kelurahan di 35 kabupaten/kota dengan total 80.775 jiwa yang terlayani. Layanannya mencakup skrining TBC, ANC ibu hamil, kesehatan jiwa, tensi darah, gula darah, sadanis, hingga deteksi kanker serviks.

Program Speling juga berjalan berdampingan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari pemerintah pusat. Per 30 November 2025, Jateng mencatat capaian 12,4 juta jiwa, yang disebut sebagai capaian tertinggi nasional.

“Sudah 790 desa yang disasar dokter-dokter spesialis untuk memberikan layanan gratis. Ini inline dengan program Presiden Prabowo Subianto untuk pelayanan kesehatan gratis,” kata Luthfi.

Baca juga: Mendagri Tito Minta Pemda Jaga Stabilitas dan Kendalikan Inflasi

Untuk memastikan layanan sampai ke pelosok, Pemprov Jateng menggandeng RSUD provinsi, kabupaten/kota, hingga rumah sakit pusat dan swasta. Dokter-dokter spesialis disatukan dalam satu rombongan dengan mobil Speling dan dikirim langsung ke desa terpencil.

“Program ini akan terus berputar agar tidak ada masyarakat desa terpencil yang terlewat,” tegasnya.

Dijelaskan bahwa layanan kesehatan menjadi faktor penting untuk menekan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. Karena itu, pengembangan Speling akan terus digenjot, termasuk transfer ilmu dari dokter spesialis kepada dokter umum di puskesmas. (hea/kwan)

Editor : Redaksi

Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru