Sidoarjo, bukti.id - Forum Pamong Kebudayaan (FPK) Jatim Koordinator Wilayah Sidoarjo menggelar Sarasehan bertujuan mewacanakan perlunya ada Hari Tari Nasional, Minggu 3 Mei 2026 di salah satu tempat di Tulangan Sidoarjo.
Dengan menghadirkan Arif Rofiq, maestro tari Jawa Timur hal terkait pencanangan Hari Tari Nasional dikupas tuntas dalam Sarasehan tersebut.
Baca juga: Sumringah, Penghuni Empat Rumah Tak Layak Huni di Sidoarjo Usai Dapat Kepastian
Menurut Rofiq, usulan Hari Tari Nasional ini pernah di angkat sekitar tahun 2000 bahkan tanggalnyapun sudah ada yakni 5 Maret.
"Kenapa 5 Maret, karena tanggal itu diambil dari tanggal berdirinya Padepokan Tari Bagong Kusudiharjo 5 Maret 1958" Papar pencipta tari Jawa Timur ini.
Baca juga: Hari Lahir Pancasila. FPK Nganjuk Blusukan Budaya ke Situs Bersejarah
Di tempat yang sama Wilujeng Windiana salah satu budayawan Sidoarjo Mengaku dirinya kurang sepakat jika seni khususnya seni tari dilombakan, terutama dalam FLS3N, dirinya lebih sreg dengan penggunaan kata Festival.
"Menilai seni tari itu patokannya Wirama, Wiraga dan Wirasa, bukan adu cepat seperti lomba lari" ujar perempuan yang akrab dipanggil Nana.
Sementara itu, Rahayu salah satu pengurus Dewan Kesenian Daerah (Dekesda) mengaku senang dengan acara semacam ini, setidaknya bisa menambah wawasan khasana dan sejarah terutama tentang tari.
Baca juga: Dinilai Sangat Memuaskan, Pemkab Sidoarjo Raih Prestasi Nasional
"Saya berharap acara ini berkelanjutan dengan mengusulkan Hari Tari Nasional kepada pemerintah pusat". ujar seniman asal Nganjuk ini.
Meski penggagas acara ini FPK Sidoarjo, tapi diikuti juga penari dari Tulungagung, Mojokerto, Surabaya, Pasuruan, dan dari Sidoarjo sendiri hadir sanggar tari tertua di Sidoarjo yaitu Sanggar Tari Delta Triwikrama. (kwan-knis)
Editor : heddyawan