Malang, bukti.id – Oktober 2026 ini, adalah usia ke-11 tahun Malang Autism Center (MAC) untuk kian memperkuat komitmen memberikan layanan terapi dan pendampingan bagi anak dengan autisme.
MAC tidak hanya mengembangkan fasilitas, tetapi juga memperluas program sosial untuk membantu keluarga berpenghasilan terbatas serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap penyandang disabilitas.
Baca juga: Unibraw dan BRIN Ubah Limbah Pertanian Jadi Produk Kimia Bernilai Tambah
Pernyataan tersebut diungkapkan Founder MAC, Mohammad Cahyadi, di Omah Terapi Autis, Jalan Neptunus Nomor 4B, Tata Surya, Tlogomas, Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, di penghujung Oktober lalu.
“Memasuki usia ke-11, kami ingin Malang Autism Center tidak hanya berkembang dari sisi fasilitas dan layanan terapi, tetapi juga semakin luas memberikan manfaat bagi anak dengan autisme, keluarga, dan masyarakat,” kata Cahyadi.
Menurut Cahyadi, setiap anak memiliki potensi dan kebutuhan yang berbeda sehingga memerlukan pendampingan sesuai kemampuan dan tahap perkembangannya.
“Bagi kami, setiap anak memiliki potensi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pendampingan harus dilakukan sesuai kemampuan dan perkembangan masing-masing anak. Melalui program Omah Terapi Autis (OTA), kami ingin membantu keluarga dengan keterbatasan ekonomi agar tetap memiliki kesempatan mendapatkan layanan terapi,” jelas dia.
Didirikan pada Oktober 2015 di Kabupaten Malang, MAC merupakan pusat layanan terapi perilaku berbasis Applied Behavior Analysis (ABA). Pendekatan ini digunakan untuk mendukung proses belajar, pengembangan keterampilan, dan kemandirian anak sesuai potensi masing-masing.
Mengusung tema “11 Tahun Bertumbuh, Berbagi, dan Terus Memberi Arti”, MAC kini mengembangkan fasilitas pelayanan dari satu gedung menjadi empat lokasi. Setelah membangun gedung kedua pada 2025, lembaga ini merencanakan pembangunan gedung ketiga di kawasan Manggar, Kecamatan Dau, serta gedung keempat di Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Pengembangan tersebut diharapkan meningkatkan kapasitas pelayanan sekaligus memperluas akses terapi bagi anak dengan autisme.
Baca juga: Dampak Kekeringan di Malang. PTPN I Regional 5 Salurkan Air Bersih
Salah satu wujud kepedulian MAC adalah program Omah Terapi Autis (OTA). Program ini menyediakan layanan terapi bagi anak autisme dari keluarga kurang mampu dengan sistem pembayaran sesuai kemampuan ekonomi.
Sejak awal dilaksanakan, program OTA berkembang dari dua anak menjadi 10 anak penerima layanan. Jangkauannya juga diperluas melalui OTA Neptunus pada 2022 dan OTA Bululawang pada 2024.
Salah satu orang tua, Uswatun Hasanah dari Bululawang, Malang mengaku jika kondisi anaknya berangsur membaik setelah menjalani terapi di MAC. Lokasi rumahnya yang relatif dekat (sekitar 15 menit perjalanan) juga memudahkan, karena ia masih memiliki bayi.
“Alhamdulillah, setelah menjalani terapi selama tiga bulan, sudah terlihat perkembangannya. Awalnya anak saya sangat aktif, sulit diarahkan, dan tidak mau diajari. Sekarang sudah mulai lebih tenang, lebih mudah diatur, dan mau mengikuti arahan. Kalau dipanggil juga sudah mulai merespons,” tutur dia.
Baca juga: FPK Jatim Berharap Seni Rupa Jadi Basis Wisata Edukasi
“Saya berharap anak saya bisa mengalami perkembangan yang lebih baik. Biaya terapinya masih terjangkau bagi keluarga seperti kami, sekitar Rp150 ribu per tahun. Suami saya bekerja sebagai pedagang, sedangkan saya ibu rumah tangga. Jadi, adanya layanan terapi dengan biaya terjangkau ini sangat membantu,” tambah dia.
Selain layanan terapi, MAC juga berkolaborasi dengan Posyandu Disabilitas Kelurahan Penanggungan untuk mengidentifikasi dan mendata masyarakat penyandang disabilitas yang membutuhkan fisioterapi. Masyarakat yang memerlukan layanan tersebut dapat memperoleh tindak lanjut melalui
MAC juga menjalankan program Nasi Berkah. Dimulai secara rutin setiap Jumat sejak 2023, program ini berkembang menjadi kegiatan harian sejak 2025. Tidak sekadar berbagi makanan, Nasi Berkah menjadi sarana pembelajaran praktis bagi anak dengan autisme.
Cahyadi berharap ke depan MAC dapat memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan pelayanan. Kurun waktu 11 tahun perjalanan MAC menjadi momentum untuk terus memperluas akses layanan, memperkuat kepedulian sosial, serta membuka kesempatan bagi setiap anak dengan autisme untuk tumbuh dan mengembangkan potensinya. (cebe-wuri)
Editor : heddyawan