Lamongan, bukti – Seminggu lewat, nasib dua nelayan Kelurahan /Kecamatan Brondong, Rahmat Kalam Kamali (20) dan Robi Achmad Faisal (25), masih misterius. Hingga kini, kakak beradik itu belum ditemukan setelah terjatuh dari kapal saat melaut di perairan Masalembu.
Padahal, semua upaya pencarian sudah dilakukan. Banyak yang terlibat. Selain tiga kapal dari Brondong sendiri, Polairud dan Basarnas Jatim, tapi belum diketahui hasilnya.
Baca juga: Hebat. Lamongan Jadi Percontohan Pertanian Modern Tanah Air
“Kita dan keluarga tetap masih berharap keduanya selamat, ‘’ kata Yan Aminun, salah seorang pengurus Rukun Nelayan Brondong, Sabtu (13/6/2020) sore.
Aminun, yang aktif terlibat mengurus hilangnya nelayan kakak beradik itu mengaku masih terus menjalin kontak dengan sesama pihak terkait. Juga dengan sesama nelayan lain, yang barangkali mengetahui nasib kedua anggotanya itu. ‘’Kita masih terus mencari informasi,” imbuhnya.
Nasib kedua nelayan ini tidak lepas dari perhatian DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan. Melalui ketuanya, Anas Wijaya, keluarga mendapatkan bantuan berupa sembako dan uang santunan.
Baca juga: Sembilan Agenda Prioritas Pembangunan 2027 untuk Lamongan. Jamula, Salah Satunya
Bantuan diserahkan kepada Khalim, orang tua dari dua nelayan kakak beradik tersebut. HNSI juga memberikan santunan kepada Ahmad Efendi, nelayan yang mengalami patah tulang akibat terlilit tali perahu.
“Kami turut berbela sungkawa atas musibah yang menimpa mereka,” tutur Anas Wijaya.
Baca juga: SPPG Evaluasi Bulanan. Ini Imbauan Dandim 0812 Lamongan
Ketua HNSI juga mengimbau kepada masyarakat nelayan untuk selalu berhati - hati dalam bekerja dan selalu menjaga keselamatannya ketika berlayar di tengah laut.
“Perlengkapan keselamatan harus dibawa, minimal kapal dan perahu sudah tersedia alat pelampung. Termasuk P3K dan alat keselamatan lainnya,” tandasnya. (ron)
Editor : Redaksi