Di Jatim, 347.872 siswa terlibat narkoba

Gandeng BNN, Kodim Surabaya Timur Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba

bukti.id
Penyuluhan Bahaya Narkoba di Kodim Tipe A 0831/ST (Foto: ist)

Surabaya, bukti.id - Masih tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Jawa Timur, mendorong institusi TNI AD ini tak bisa berpangku tangan. Misalnya, yang dilakukan oleh Kodim Tipe A 0831/Surabaya Timur ini dengan menggelar Penyuluhan dan Tes Urine P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), dilaksanakan di Makodim Tipe A 0831/ST Jl. Mulyorejo Indah I No. 04 Kecamatan. Mulyorejo Kota Surabaya, Senin (20/7/2020).

Acara P4GN tersebut bekerja sama dengan BNN (Badan Narkotika Nasional) Kota Surabaya. Selain untuk memberikan pemahaman juga dalam rangka mencegah dan memerangi peredaran narkoba dilingkungan tentara, khususnya di kesatuan tentara di Kodim Tipe A 0831 Surabaya Timur.

Baca juga: Kedensari di Tanggulangin, Kampung Bebas Dari Narkoba di Sidoarjo

Pejabat yang hadir di acara itu antara lain Kolonel Inf Agus Faridianto (Dandim Tipe A 0831/ST), Letkol Inf Chusnul Chuluk (Kasdim Tipe A 0831/ST), AKBP Kartono, S.H, M.Hum (Ka BNN Kota Surabaya), dan Staf Penyuluh Staf BNN Kota Surabaya.

Dalam sambutanya Dandim Tipe A 0831/ST Kolonel Inf Agus Faridianto mengatakan, bahwa penyuluhan P4GN sangat penting untuk dilaksanakan karena selain perlu bagi setiap anggota untuk mengetahui bahaya narkoba juga agar mengenali efek negatif terhadap diri, keluarga dan lingkungan.

"Mengingatkan kepada semua anggota untuk menghindari dan menjauhi Narkoba dengan cara jangan sampai sekali-kali anggota ingin tau bentuk narkotika, sabu dan barang-barang haram lainnya, apalagi penasaran sampai ingin merasakannya," urai Kolonel Inf Agus.

Pihaknya berharap agar seluruh prajurit Kodim Tipe A 0831/ST tidak ada yang mencoba-coba menggunakan narkoba. Dan menyarankan agar mampu membentengi diri dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Bentengi diri dengan keimanan dan jangan tergiur dan terpengaruh dengan bisnis narkoba yang menjanjikan kekayaan tapi menyengsarakan selamanya," tegasnya.

Ditempat yang sama AKBP Kartono, S.H, M.Hum, Kepala BNN Kota Surabaya menyampaikan bahwa P4GN tidak asing oleh prajurit TNI di jajaran Kodam V/Brawijaya, karena secara rutin sudah melaksanakan test urine dan penyuluhan di tiap-tiap satuannya yang selalu bekerja sama dengan BNN.

Baca juga: Minggu Depan, Irjen Teddy Jabat Kapolda Jatim, Jika Tak...

"Narkotika adalah permasalahan bersama karena jumlah penyalahgunaan narkotika selalu mengalami peningkatan baik dari pemakai, pengedar maupun penyebaran di setiap tahunnya sehingga perlu adanya kerjasama yang ekstra untuk memberantas penyalahgunaan dan peredaran barang-barang terlarang tersebut," terang AKBP Kartono.

Lanjutnya, remaja sangat rentan terjerat narkoba karena banyak faktor yang dapat menjerat mereka yaitu faktor lingkungan, faktor individu dan faktor keluarga (broken home) yang mempengaruhinya, untuk itu perlu perhatian khusus dan pengawasan ekstra terhadap mereka, secara bersama-sama.

"Segala bentuk jenis narkoba, ciri-ciri pecandu, akibat menggunakan narkotika dan sanksi hukum bagi pemakai maupun pengedar narkoba diharapkan dapat sebagai pengetahuan dan pelajaran terhadap anggota Kodim Tipe A 0831/ST," harapnya.

Ia juga mengajak kepada seluruh peserta penyuluhan untuk bersama-sama melawan narkoba dengan slogan "Suroboyo Wani Lawan Narkoba".

Baca juga: Kemen PPPA Inisiasi Gerakan PATBM

Penyalahgunaan Narkoba di Jatim

Untuk diketahui, hasil survei LIPI yang bekerja sama dengan Pusat Penelitian Data dan Informasi BNN Jatim, untuk pelajar misalnya, prevalensi itu menunjukan angka 7,5 �ri 4.638.297 orang, di Jatim. Artinya, 347.872 siswa di Jatim terlibat dalam penyalahgunaan narkotika.

Begitu juga dari masyarakat pekerja, telah tercatat 2,80�ri 21 juta orang atau 596.419 pekerja melakukan penyalahgunaan narkoba. Hingga Juli tahun 2019, BNN Jatim telah menyita narkotika jenis sabu-sabu lebih dari 28 kilogram. Angka itu lebih tinggi dibanding tahun 2018 yang jumlahnya, 26 kilogram.

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika harus dilawan dengan berbagai cara oleh seluruh lapisan masyarakat ikut diperankan secara aktif, karena bahaya narkoba adalah ancaman yang telah mendunia. (tji)

Editor : Tudji

Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru