x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Pemilu Digelar Februari Atau Maret, Pilkada Serentak November

Avatar bukti.id

Pemilu

Jakarta, bukti.id – Wacana pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 pada April, mungkin akan berubah, lebih cepat. Perkiraannya, digelar Februari atau Maret 2024. Lalu, pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak digelar pada November 2024.

Alasannya, menurut Komisi Pemilihan Umum (KPU), agar perselisihan yang muncul pascapemungutan suara tidak mengganggu proses Pilkada Serentak.

Usulan skema anyar tersebut diungkapkan Plt Ketua Umum KPU, Ilham Saputra dalam rapat dengan Komisi II DPR RI, Senin (15/3/2021).

"Kalau kita laksanakan pada bulan April, kekhawatiran kita adalah ketika proses PHPU (perselisihan hasil pemungutan suara) nanti putusan MK menyatakan PSU (pemungutan suara ulang), itu akan menunda lagi adanya hasil Pemilu 2024, ini akan berimplikasi pada pencalonan pilkada 2024," ungkap Ilham.

KPU, imbuh Ilham, telah melaksanakan simulasi atas jadwal tahap jadwal tahapan Pemilu 2024, yang menghasilkan dua alternatif. Yaitu hari pemungutan suara pada 14 Februari 2024 atau hari pemungutan suara pada 6 Maret 2024.

Sementara, hari pemungutan suara pilkada disimulasikan pada 13 November 2024 sesuai ketentuan UU Pilkada yang menyatakan Pilkada Serentak digelar November 2024.

“Ada sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan dalam menentukan hari pemungutan suara Pemilu 2024. Pertama, partai politik butuh waktu cukup untuk menyiapkan syarat pencalonan kepala daerah pada pilkada yang akan digelar November 2024,” ujar dia.

Sebab, imbuh Ilham, UU Pilkada menyatakan, persyaratan calon kepala daerah mengacu pada hasil Pemilu terakhir, sehingga proses penghitungan kursi legislatif harus selesai sebelum pencalonan kepala daerah dimulai.

"Kalau kita laksanakan Pemilu 2024, kemudian diperlukan ada persyaratan calon pada masa Pilkada, maka kita harus mengecek kembali, apakah kemudian tahapan Pemilu itu selesai sesuai dengan ketika pencalonan pilkada dimulai," urai Ilham.

Kedua, tambah Ilham, pelaksanaan Pemilu pada awal tahun, seperti pada Januari atau Februari, dinilai menyebabkan kendala dalam proses administrasi. Misalnya, terkait dengan penerbitan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

“Kemudian, ketiga, kondisi cuaca di awal tahun yang biasanya menjadi puncak musim hujan, dikhawatirkan dapat mempengaruhi tahapan Pemilu, seperti distribusi logistik maupun pemungutan suara,” cetus dia.

Selanjutnya, hari libur keagamaan dan hari libur nasional yang dinilai berpengaruh pada mobilitas masyarakat dan berefek pada penggunaan hak pilih pada hari pemungutan suara. Di samping soal hari pemungutan suara, KPU juga mengusulkan agar proses tahapan Pemilu dilakukan lebih awal, dengan waktu lebih dari 20 bulan berkaca dari pengalaman penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19. (hea)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Senin, 26 Okt 2026 21:18 WIB | Ekonomi

BRI HR Muhammad Surabaya Kenalkan BRImo dan Aset Lelang di Reuni Alumni UB

SURABAYA - BRI Branch Office (BO) HR Muhammad Surabaya memanfaatkan Reuni Alumni Universitas Brawijaya (UB) di Malang pada 24–25 Oktober 2026 untuk memperluas p ...
Sabtu, 24 Okt 2026 19:30 WIB | Peristiwa

Sinergi Pemprov dan Pedagang Kaki Lima Didorong Berlanjutan

APKLI Jatim bakal gelar pelantikan DPW dan pengukuhan 38 DPD se-Jatim. ...
Minggu, 18 Okt 2026 13:30 WIB | Peristiwa

BRIN Dorong Energi Terbarukan agar Kualitas Hasil Panen dan Tangkapan Ikan Optimal

BRIN dorong pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung proses pascapanen di sektor perkebunan dan perikanan. ...
Minggu, 18 Okt 2026 10:25 WIB | Peristiwa

Pelatihan Jurnalistik Batch#3. Kolab GMNI Surabaya Raya dan RLD Asah Nalar Kritis Berbasis Fakta

Pelatihan Jurnalistik Batch #3 kolaborasi DPC GMNI Surabaya Raya dan Rumah Literasi Digital di The Alana Hotel. ...
Minggu, 18 Okt 2026 08:15 WIB | Hukum

Kasus Korupsi Bupati Klaten. KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Rp934 Juta

Drama lanjutan OTT di Klaten, penyidik KPK sita sebuah tong biru yang berisi uang Rp934 juta. Uang hasil korupsi? ...
Minggu, 18 Okt 2026 07:42 WIB | Ekonomi

Warga Jawa Timur Tak Perlu Cemas Soal BBM. Wagub Emil Pastikan Stok Aman

Wagub Emil: stok BBM di Jawa Timur dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. ...