x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Buat Apa Saja, Mendagri Ngomong Begini ke DPR RI

Avatar bukti.id

Pemerintahan

Jakarta, bukti.id – Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), mengajukan anggaran Pemilu 2024 sebesar Rp1,9 triliun.

Terkait hal tersebut, kepada DPR RI, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menjelaskan, berbagai hal penggunaan anggaran tersebut guna mendukung pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang.

Tito menyatakankan, bahwa Kemendagri meminta kepada DPR RI untuk menyetujui pengajuan anggaran tersebut dan memasukkannya ke dalam Pagu Anggaran Kemendagri untuk 2022.

“Mohon dukungan dari DPR RI, agar kebutuhan anggaran lebih-kurang sebesar Rp1,902 triliun dapat disetujui dan diakomodasi,” pinta Tito dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI, Jakarta, Rabu (9/6/2021).

Tito menyampaikan, bahwa jumlah tersebut merupakan hasil koordinasi antara Kemendagri, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan lembaga terkait lainnya.

Anggaran tersebut, imbuh Tito, nantinya akan dibagi ke dalam beberapa kelompok, yakni untuk Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum) Kemendagri dialokasikan sebesar Rp1,6 triliun.

“Mulai pengembangan teknologi informasi pelayanan publik yang terintegrasi, kemudian seleksi penyelenggara komisioner KPU-Bawaslu, gerakan atau kampanye partisipasi masyarakat sukses Pemilu Serentak 2024. Kemudian forum komunikasi politik dalam rangka untuk mendukung suksesnya pemilu serentak dan lain-lain,” papar Tito.

Tito pun menambahkan, anggaran untuk Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan (Ditjen Adwil) Kemendagri sebesar Rp5,3 miliar, yakni untuk pemetaan daerah rawan konflik hingga masalah keamanan pandemi Covid-19.

“Untuk koordinasi peningkatan peran Camat dalam rangka kelancaran tahapan penyelenggaraan pemilu, pemetaan daerah rawan konflik, pemetaan daerah rawan gangguan ketenteraman, ketertiban umum, termasuk masalah keamanan dari pandemi Covid-19,” urai Tito.

Sedangkan untuk Ditjen Dukcapil Kemendagri, bakal dialokasikan dana Rp282 miliar.

“Antara lain untuk pengembangan sistem sinkronisasi data kependudukan dengan sistem data pemilih atau Sidalih, penyiapan data penduduk potensial pemilih atau DP4, fasilitasi pencatatan perubahan kewarganegaraan, percepatan penyelesaian perekaman pencetakan KTP elektronik,” tutup Tito. (hea)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Senin, 26 Okt 2026 21:18 WIB | Ekonomi

BRI HR Muhammad Surabaya Kenalkan BRImo dan Aset Lelang di Reuni Alumni UB

SURABAYA - BRI Branch Office (BO) HR Muhammad Surabaya memanfaatkan Reuni Alumni Universitas Brawijaya (UB) di Malang pada 24–25 Oktober 2026 untuk memperluas p ...
Sabtu, 24 Okt 2026 19:30 WIB | Peristiwa

Sinergi Pemprov dan Pedagang Kaki Lima Didorong Berlanjutan

APKLI Jatim bakal gelar pelantikan DPW dan pengukuhan 38 DPD se-Jatim. ...
Minggu, 18 Okt 2026 13:30 WIB | Peristiwa

BRIN Dorong Energi Terbarukan agar Kualitas Hasil Panen dan Tangkapan Ikan Optimal

BRIN dorong pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung proses pascapanen di sektor perkebunan dan perikanan. ...
Minggu, 18 Okt 2026 10:25 WIB | Peristiwa

Pelatihan Jurnalistik Batch#3. Kolab GMNI Surabaya Raya dan RLD Asah Nalar Kritis Berbasis Fakta

Pelatihan Jurnalistik Batch #3 kolaborasi DPC GMNI Surabaya Raya dan Rumah Literasi Digital di The Alana Hotel. ...
Minggu, 18 Okt 2026 08:15 WIB | Hukum

Kasus Korupsi Bupati Klaten. KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Rp934 Juta

Drama lanjutan OTT di Klaten, penyidik KPK sita sebuah tong biru yang berisi uang Rp934 juta. Uang hasil korupsi? ...
Minggu, 18 Okt 2026 07:42 WIB | Ekonomi

Warga Jawa Timur Tak Perlu Cemas Soal BBM. Wagub Emil Pastikan Stok Aman

Wagub Emil: stok BBM di Jawa Timur dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. ...