x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Tim Spektronics ITS Raih Juara di Chem-E-Car Jerman

Avatar bukti.id

Pendidikan

Surabaya, bukti.id - Tim Spektronics Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mengukirkan prestasi bertaraf internasional. Kali ini, Tim Spektronics ITS berhasil menduduki podium kejuaraan posisi ke-2 di ajang Chem-E-Car internasional yang diselenggarakan kjVI VDI Germany secara daring, Rabu (22/9) lalu.

Verein Deutscher Ingenieure (VDI) sendiri merupakan asosiasi insinyur di Jerman yang telah menyelenggarakan perlombaan Chem-E-Car selama 16 tahun ini. Dalam kompetisi VDI Chem-E-Car ini, dilombakan purwarupa mobil yang menggunakan reaksi kimia untuk mencapai jarak yang telah ditentukan. Bukan yang paling cepat sampai, tetapi bagaimana mobil bisa mencapai akurasi yang tepat.

"Di sinilah keunggulan kami dibandingkan tim lain, di mana kami mampu mendapatkan jarak error paling kecil yaitu hanya 0,06 centimeter kurangnya dari jarak yang ditentukan," terang Delvin Theodorus Hansell, salah satu tim teknis Spektronics ITS.

Tak hanya berkenaan dengan aspek akurasi, sambung mahasiswa Departemen Teknik Kimia ITS ini, aspek safety juga menjadi penilaian penting. "Jangan sampai timbul kebocoran gas yang dapat menginisiasi ledakan berbahaya, karena di sini kami bermain dengan reaksi, larutan kimia, dan alat kelistrikan," tambahnya.

Bergabung juga bersama Delvin, keenam rekannya yakni Michael Adrian Subagio selaku ketua tim, Lulu Sekar Taji, Rahardian Mahendra Daniswara, Naning Retno Astuti, serta Ulfiyah Afnian Sari dalam lomba yang memakan waktu tiga bulan untuk persiapannya ini. Satu bulan pertama dikhususkan untuk menyiapkan dokumen safety aspect yang mencakup perhitungan tekanan, temperatur, bagaimana mobil bekerja dan mekanismenya seperti apa. "Di sinilah panitia menentukan siapa yang boleh mengikuti lombanya," jelas Delvin.

Dalam sisa waktu dua bulan terakhir, lanjut Delvin, Tim Spektronics bergegas mempersiapkan mobil dari awal yang dilingkupi dengan trial and error untuk mencapai akurasi yang tepat. Diakuinya, tim sempat mengalami tantangan dalam mempersiapkan reaksi serta circuit electrical yang sempat mengalami kegagalan berulang hingga menemukan solusinya usai lima kali percobaan.

"Memang bukan sebuah perlombaan yang mudah, tetapi bukan berarti Spektronics tidak bisa menghadapinya," tandas mahasiswa penerima Beasiswa XL Future Leaders tersebut.

Adapun mobil yang dirancang oleh tim kebanggaan ITS ini adalah prototipe mobil yang digerakkan dengan adanya tekanan yang dihasilkan dari gas. Dalam hal ini, tim menggunakan reaksi dekomposisi hidrogen peroksida dengan katalis ferri klorida yang menghasilkan oksigen dalam jumlah besar dan memberikan tekanan yang besar. Ketika tekanan dikompres dalam reaktor, maka akan mendorong pneumatik untuk membuat mobil dapat bergerak maju.

"Mobil ini mirip dengan rancangan kami yang meraih juara pertama di AIChE Chem-E-Car Competition tahun 2017 lalu, tentunya lengkap dengan inovasi menjadi lebih baik," ungkap Delvin.

Dalam rancangan mobil yang menyabet juara 2 ini, Tim Spektronics mengusung tiga fitur unik yakni Single Action Mechanism through Electrical Circuit, Solenoid dan Check Valve. Dalam hal ini, dari rancangan sebelumnya ditambahkan otomatisasi yang lebih tinggi menggunakan circuit electrical untuk membantu reaksinya dapat tertahan, sehingga tekanan dan suhu yang dihasilkan lebih tinggi.

"Mobil ini digerakkan dengan single action mechanism dengan hanya menekan satu tombol untuk berjalan, sehingga sangat mudah dan efisien," jelas Delvin.

Mengenai perbedaan waktu dan bahasa yang ada, Tim Spektronics merasa bahwa waktu bukan masalah karena telah mengatur waktu dan membagi tugas sesuai dengan zona waktu Jerman dengan Google Calendar agar tidak tertinggal satupun agendanya.

Untuk menangani perbedaan bahasa, Delvin mengakui, persiapan Tim Spektronics sangat baik dengan latihan yang masif sering sehingga bisa menyamakan level bahasa Inggris yang diinginkan orang Jerman. "Kami juga meminta penilaian dari pihak tertentu mengenai cara presentasi untuk memastikan apakah sudah jelas atau belum," urai mahasiswa angkatan 2019 tersebut.

Dengan usaha tersebut, Tim Spektronics juga diakui keunggulannya dari segi presentasi yang menarik, singkat, padat dan jelas, sehingga mendapatkan feedback yang luar biasa dan membuat para juri memahami apa yang disampaikan. "Pun demikian dari segi safety, kami memanfaatkan secara efektif material yang cukup mahal dengan tujuan untuk menjamin keselamatan dari apa yang kita gunakan," papar Delvin.

Untuk dapat mencapai posisi ini, imbuhnya, tentunya tak lepas dari dukungan para dosen pembimbing. Tergabung di dalamnya, Prof Ir Renanto MSc PhD sebagai advisor yang memberikan motivasi dan saran ketika Tim Spektronics memaparkan progress persiapan. Serta, Prof Hamzah Fansuri MSi PhD yang berperan sebagai safety inspector yang mengawasi perlombaan secara langsung untuk memastikan bahwa aspek safety dalam mobil dapat tercapai.

Tak lupa, Delvin menyampaikan bahwa keberhasilan Tim Spektronics juga melibatkan sumbangsih dari keenam departemen di ITS yakni Teknik Kimia, Teknik Kimia Industri, Kimia, Teknik Elektro, Teknik Industri, serta Teknik Material dan Metalurgi. Selain itu, adanya dukungan dari para sponsor yaitu Air Products, Altekimits, dan PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), dan lainnya.

"Kemenangan ini bukan langkah terakhir kami dalam menjajaki kompetisi internasional karena Spektronics memiliki rencana untuk memenangkan kembali kompetisi di tingkat nasional maupun internasional termasuk AIChE Chem-E-Car Competition 2022 mendatang," pungkasnya. (war)

Editor : W Aries

Artikel Terbaru
Senin, 20 Jul 2026 17:05 WIB | Hukum

Perkara Agustin Widyawati dan Ranto Hensa Barlin Sidauruk Berlanjut, Usai Perlawanan Dakwaan Ditolak Hakim

Hakim PN Surabaya tolak pengajuan terdakwa Agustin dan Ranto dalam perkara penipuan ...
Jumat, 17 Jul 2026 05:10 WIB | Peristiwa

Urai Kemacetan Gedangan. Sidoarjo Bakal Miliki Flyover di Lokasi ini

Urai kemacetan di Gedangan, Pemkab Sidoarjo bakal bangun flyover. ...
Rabu, 15 Jul 2026 15:18 WIB | Peristiwa

Kolaborasi SPBUN dan PTPN, Cetak SDM Ahli Coffee Cupping Berstandar Internasional

Coffee cupping workshop tingkatkan kompetensi pekerja di bisnis kopi Indonesia. ...
Kamis, 02 Jul 2026 12:34 WIB | Hukum

Kasus OTT Bupati Kuansing, KPK Bakal Panggil Menteri Kehutanan Raja Juli?

Di kasus OTT Bupati Kuansing, KPK berpeluang panggil Menhut Raja Juli. ...
Kamis, 02 Jul 2026 12:05 WIB | Pemilu

MK Tegaskan Pilkada Tetap Langsung Dipilih Rakyat. DPR Ngeyel Belum Revisi UU

Jakarta – Meski Mahkamah Konstitusi (MK) telah menegaskan pemilihan kepala daerah (pilkada) tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat, namun kalangan wakil r ...
Kamis, 02 Jul 2026 08:50 WIB | Hukum

Hakim Nyatakan Samuel Bersalah. Terdakwa Perusak Rumah Nenek Elina

Samuel divonis tiga tahun 10 bulan penjara Surabaya – Majelis Hakim yang diketuai Slamet Pujiono, menyatakan Samuel Adi Kristanto, terdakwa perusak rumah N ...