x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Kader PAN Siap Masuk Kabinet Jokowi. Ini Pernyataan Zulhas

Avatar bukti.id

Kabar Partai

Mataram, bukti.id – Belakangan ini, kasak-kusuk reshuffle Kabinet Indonesia Maju kian mengemuka. Terlepas terjadi atau tidaknya reshuffle, internal Partai Amanat Nasional (PAN) bergegas memberikan sinyal.

Pada acara pelantikan kepengurusan DPW PAN NTB dan DPD se-NTB, Senin (27/9/2021) kemarin, Ketua Umum (Ketum) DPP PAN, Zulkifli Hasan, memberi pernyataan bahwa kader PAN siap masuk kabinet jika diminta oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). PAN, kata Zulhas – panggilan karibnya – menyerahkan sepenuhnya kepada presiden berkenaan dengan reshuffle kabinet.

“Itu urusan pak presiden kita enggak ikut-ikut ya. Reshuffle kabinet itu adalah hak prerogatif presiden dan kita enggak ikut,” tegas Zulhas.

Zulhas menegaskan, pihaknya akan memberikan yang terbaik kepada bangsa dan negara. Untuk itu, kader PAN akan siap berdikari dan berkarya bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kalau ditugasi kader PAN untuk Merah Putih apa saja siap,” ujar Zulhas.

Zulhas pada pelantikan itu juga menyampaikan, bahwa PAN akan lebih berguna dan lebih berkah jika mengawal pemerintahan.

Di samping itu, imbuh Zulhas, juga lebih produktif jika dibandingkan berada di luar pemerintahan, sebab tidak bisa berbuat banyak.

“Paling tidak kita bisa menyampaikan kebaikan-kebaikan. Apakah bisa mengubah semua? Belum tentu, tapi kita sudah ada usaha. Jadi kan itu mengapa kita ada di pemerintahan, sehingga ada peran yang positif dan baik. PAN ingin menjadi jembatan mengawal, agar menjadi jembatan antar pemerintah dengan yang masih pasca pilpres itu. PAN ingin mengambil peran,” papar Zulhas.

“Sampai di sini bisa dimengerti, bisa diterima kita mengawal pemerintah. Para peserta pelantikan yang sebagian besar pengurus DPW dan DPD PAN NTB menyatakan setuju dan siap mengawal pemerintahan,” imbuh Zulhas.

Ini semua, tegas Zulhas, sesuai dengan amanah pendirian PAN yakni Indonesia berdaulat. Jika ingin berdaulat, persatuan harus dijaga, soliditas juga harus dipertahankan.

“Kita tidak impor beras, impor garam, sehingga kita jangan sampai impor, ini menjadi candu. Jika kita (Indonesia) berdaulat, harus adil dan setara. Jika sudah setara dari berbagai lini, Indonesia akan maju. Itulah cita-cita PAN,” pungkas Zulhas. (edd)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Minggu, 23 Agu 2026 18:10 WIB | Peristiwa

Gempita HUT Kemerdekaan ke-81 RI di RW 16 Perum Sidokare Asri Sidoarjo

Warga RW 16 Perum Sidokare Asri Sidoarjo peringati HUT Kemerdekaan ke-81 RI dengan kegiatan sarat makna. ...
Minggu, 23 Agu 2026 05:05 WIB | Peristiwa

Puluhan Jurnalis Adu Strategi agar Lawan Kalah Telak

ORADO Jatim gelar Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026. ...
Rabu, 19 Agu 2026 12:15 WIB | Ekonomi

Pemerintah Bakal Manjakan Perempuan Prasejahtera

Pemerintah bakal terbitkan pedoman pelaksanaan kredit perempuan prasejahtera dengan suku bunga flat sebesar 8 persen/tahun ...
Rabu, 19 Agu 2026 08:05 WIB | Peristiwa

Karnaval Kemerdekaan 2026. BRIN Pamer Inovasi Antariksa hingga Energi Lewat

BRIN turut meriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dalam acara “Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara". ...
Selasa, 18 Agu 2026 13:15 WIB | Peristiwa

Disdukcapil Surabaya Bakal Tertibkan Penghuni Kos Pakai Sistem Pelaporan

Disdukcapil Kota Surabaya siapkan sistem informasi untuk mendata dan melaporkan penghuni rumah kos. ...
Selasa, 18 Agu 2026 05:05 WIB | Peristiwa

Polresta Sidoarjo Raih Penghargaan Pelayanan Perempuan dan Anak

Polresta Sidoarjo dapat kado istimewa dari Pemkab Sidoarjo saat HUT ke-81 Republik Indonesia. ...