x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Deal. Disepakati Masa Kampanye Pemilu 2024

Avatar bukti.id

Pemilu

Jakarta, bukti.id – Pemerintah, DPR RI dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sepakat masa kampanye pemilu akan dilakukan selama 75 hari.

Kesepakatan tersebut tercapai setelah Ketua DPR RI, Puan Maharani, beserta pimpinan DPR lainnya melakukan pertemuan dengan Ketua KPU dan para jajarannya, terkait pembahasan Pemilu 2024.

“Durasi masa kampanye juga sudah ditetapkan dan disepakati bahwa akan dilaksanakan selama 75 hari,” tegas Puan saat konferensi pers bersama Ketua KPU RI di gedung DPR/MPR, Jakarta, kemarin.

Selain durasi kampanye, Puan menyampaikan pihak DPR, KPU, dan Pemerintah juga menyepakati tanggal Pemilu 2024 pada 14 Februari 2024 hingga soal tahapan pemilu. Dia memastikan tahapan Pemilu 2024 akan dimulai pada 14 Juni 2022

“Tahapan pemilu akan dimulai insyaallah sesuai jadwal tanggal 14 Juni tahun 2022. Waktu pendaftaran partai politik peserta pemilu akan ditetapkan pada 2 Agustus tahun 2022, dan verifikasi partai politik calon peserta pemilu akan dilaksanakan ditetapkan pada Desember tahun 2022,” politisi PDI Perjuangan itu.

Ini yang jadi dasar
Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, mengungkapkan alasan masa kampanye hanya dilakukan selama 75 hari. Doli menyebut keputusan penyesuaian masa kampanye harus dilakukan seiring dengan perkembangan teknologi informasi.

“Kenapa kami sudah memutuskan 75 hari itu? Lamanya masa kampanye sebenarnya dari awal sudah kami sepakati semua, pemerintah, Komisi II DPR, KPU, dan Bawaslu bahwa di era-era sekarang ini sudah mulai harus berubah metodenya, karena penggunaan teknologi informasi dan seterusnya,” ulas Doli.

Di forum itu, Doli juga menyebut pengalaman pada 2019 juga membuat Komisi II DPR, KPU, dan Bawaslu memikirkan penyesuaian masa kampanye. Kata Doli, terlalu lamanya masa kampanye bisa berpotensi menyebabkan polarisasi yang terlalu dalam.

“Kita berpengalaman 2019 yang memungkinkan terjadinya polarisasi terlalu dalam itu kalau memang ada pertemuan-pertemuan yang panjang, apa lagi pertemuan fisik, karena itu masa kampanye itu harus dipersingkat,” tandas Doli. (hea)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Minggu, 18 Okt 2026 13:30 WIB | Peristiwa

BRIN Dorong Energi Terbarukan agar Kualitas Hasil Panen dan Tangkapan Ikan Optimal

BRIN dorong pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung proses pascapanen di sektor perkebunan dan perikanan. ...
Minggu, 18 Okt 2026 10:25 WIB | Peristiwa

Pelatihan Jurnalistik Batch#3. Kolab GMNI Surabaya Raya dan RLD Asah Nalar Kritis Berbasis Fakta

Pelatihan Jurnalistik Batch #3 kolaborasi DPC GMNI Surabaya Raya dan Rumah Literasi Digital di The Alana Hotel. ...
Minggu, 18 Okt 2026 08:15 WIB | Hukum

Kasus Korupsi Bupati Klaten. KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Rp934 Juta

Drama lanjutan OTT di Klaten, penyidik KPK sita sebuah tong biru yang berisi uang Rp934 juta. Uang hasil korupsi? ...
Minggu, 18 Okt 2026 07:42 WIB | Ekonomi

Warga Jawa Timur Tak Perlu Cemas Soal BBM. Wagub Emil Pastikan Stok Aman

Wagub Emil: stok BBM di Jawa Timur dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. ...
Minggu, 18 Okt 2026 05:10 WIB | Ekonomi

Pemkab Lamongan Yakin, 2026 Produksi Padi Melimpah

Pada 2026, Pemkab Lamongan yakin mampu menghasilkan produksi padi melampaui capaian tahun sebelumnya, mencapai sekitar 1,335 juta ton. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 19:10 WIB | Peristiwa

Dai Sejuta Mimbar. Kerja Bareng BRIN dan BPKH

BPKH dan BRIN 'lahirkan' Dai Sejuta Mimbar, yakni edukasi rencana haji dan dakwah pakai platform digital. ...