x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Diskresi Kepolisian diambil Ketika Membawa Manfaat

Avatar bukti.id

Hukum

Ngawi, bukti.id – Hak asasi manusia adalah hak dan kebebasan fundamental bagi semua orang, tanpa memandang kebangsaan, jenis kelamin, asal kebangsaan atau etnis, ras, agama, bahasa atau status lainnya

Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dari berbagai pihak, maka Polri memberikan sosialisasi penyegaran dan pemahaman hak asasi manusia kepada anggota Polri Polda Jatim dan diikuti oleh seluruh jajarannya melalui virtual di tempat masing-masing, agar dapat digunakan dalam pelaksanaan tugas di lapangan yang dibuka oleh Wakapolda Jawa Timur, Brigjen Pol Slamet, di Rupatama Polda Jatim, Rabu (28/9/2022)

Fungsi kepolisian adalah fungsi pelayanan publik dalam rangka penegakkan hukum berupa penyelidikan dan penyidikan tindak pidana, pemeliharaan ketertiban dan keamanan, dan pemberian bantuan dalam situasi kedaruratan yang terjadi di masyarakat

Otoritas dan kewenangan kepolisian diberikan oleh hukum yang diatur secara nasional, hal ini memberikan kepastian mengenai tindakan yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh aparat kepolisisan dimana hal ini menjamin tegaknya pemenuhan HAM

Staf ahli Jemen Kapolri, Inspektur Jenderal Ardian, yang memimpin kegiatan tersebut menyatakan, bahwa maksud dan tujuan dilaksanakan sosialisasi ini adalah agar anggota mempunyai keberanian berbuat baik dan tidak takut berbuat baik serta tidak menyalahgunakan wewenang sebagai anggota Polri.

Untuk Polres Ngawi sendiri dipimpin oleh Waka Polres Ngawi, Kompol Hendry Ferdinand Kennedy, didampingi para pejabat utama dan Kapolsek jajaran yang dilaksanakan di ruang Endra Dharma Laksana Polres Ngawi.

“Polisi tugasnya menolong orang, saat ini anggota banyak takut berbuat baik. Dengan adanya sosialisasi penyegaran HAM ini, polosi jangan takut berbuat baik,” kata Kennedy.

Ke depan diharapkan jangan sampai banyak pelanggaran, polisi itu mempunyai tugas dan tanggung jawab lebih demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Untuk kepentingan umum pejabat Polri dalam melaksanakan tugas dan wewenang dapat bertindak menurut penilaiannya sendiri yang membawa manfaat bukan mudhorat, sesuai dengan pasal 18 No 2 Tahun 2022 tentang Kepolisian RI

“Diskresi kepolisian diambil ketika membawa manfaat bukan mudhorat, yang dinaungi dengan peraturan dan undang-undang, asal tidak menyalahgunakan wewenang,” tutup Kennedy. (edd)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Selasa, 03 Nov 2026 19:10 WIB | Peristiwa

Jangan Remehkan Temulawak. Ini Hasil Penelitian BRIN

BRIN kembangkan bahan aktif antibakteri dari temulawak dengan mengombinasikan melalui teknologi berbasis nanoteknologi. ...
Selasa, 03 Nov 2026 17:30 WIB | Peristiwa

Pembangunan Inklusif. Lamongan Gencarkan Program Responsif Gender

Lamongan terus perkuat komitmen wujudkan pembangunan inklusif dan berkeadilan melalui strategi PUG. ...
Selasa, 03 Nov 2026 13:11 WIB | Ekonomi

Tingkatkan Efisiensi. Petambak Wajib Kenali Internet untuk Segala

Petambak Lamongan didorong manfaatkan penerapan teknologi berbasis Internet of Things (IoT). ...
Selasa, 03 Nov 2026 09:10 WIB | Peristiwa

Nggak Disiplin, 15 PPPK Paruh Waktu Pemkab Sidoarjo Tak Diperpanjang Kontrak

Dinilai tidak disiplin, 15 orang PPPK paruh waktu di lingkup Pemkab Sidoarjo, tidak dipanjangan kontraknya.  ...
Selasa, 03 Nov 2026 07:05 WIB | Wakil Rakyat

DPR RI Dorong Sertifikasi TKDN untuk Perluas Pasar IKM Sidoarjo

Pentingnya TKDN bagi IKM Sidoarjo agar mampu tembus pasar pengadaan pemerintah.  ...
Senin, 02 Nov 2026 15:15 WIB | Peristiwa

BRIN Minta Petani Waspadai Begomovirus yang Bisa Ancam Produksi Sayuran

BRIN ingatkan petani Indonesia meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Begomovirus, yang berpotensi mengganggu produksi hortikultura. ...