Mengulik Hasil Uji Kompetensi Guru 2026 di Situbondo
Situbondo, bukti.id – Sepertinya, sektor pendidikan memiliki problematik tersendiri bagi Kabupaten Situbondo. Salah satu contoh, yakni krisis kepemimpinan yang melanda di lingkungan sekolah negeri setempat, beberapa waktu lalu.
Bahkan, Komisi IV DPRD Situbondo pun sempat memberi tenggat waktu kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) untuk menuntaskan 98 kekosongan jabatan kepala sekolah definitif, paling lambat pada 2027.
Terkait dengan pemilihan dan penempatan kepala sekolah, setidaknya berkaitan dengan tata kelola kepemerintahan, dalam hal ini adalah Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo alias Mas Rio.
Seorang tokoh masyarakat Situbondo, yang tidak berkenan disebut identitasnya menyatakan, jika secara tata kelola kepemerintahan, Bupati Mas Rio adalah pemegang otoritas pemerintahan tertinggi di daerah. Dengan otoritas yang dimiliki itu, Bupati Mas Rio punya kekuasaan menentukan pajabat yang akan menduduki jabatan-jabatan penting.
“Namun faktanya, terkadang bupati kehilangan kekuasaannya. Dia bisa jadi seperti kerbau dicucuk hidungnya, lantaran harus tunduk pada kekuatan politik,” sergah dia.
Lantas dirinya memberikan ilustrasi, indikasi tersebut bisa dilihat dari hasil uji kompetensi guru 2026 di Kabupaten Situbondo. Sebanyak 150 orang, terdiri dari guru SD 107, SMP 35, dan TK 8 orang, minggu lalu dinyatakan lulus. Angka itu berarti 95% lebih peserta asal Situbondo dinyatakan lulus.
Selanjutnya, apa hubungannya dengan penempatan jabatan? Salah satu peserta yang tidak masuk daftar lulus, jabatannya adalah kepala sekolah. Dia menjadi satu-satunya peserta ujian kompetensi dari sekolah asal yang tidak masuk dalam daftar yang dinyatakan lulus.
Lebih ironis lagi, ketidaklulusan kepala sekolah yang disebut-sebut dekat dengan ketua partai ini, sebelumnya juga tidak lulus ujian kompetensi. Jadi ini ketidaklulusan yang kesekian kali.
Soal kompetensi ‘duta’ tidak lulus ini, sebenarnya Bupati Mas Rio sudah banyak mendapat masukan. Selain latar belakangnya bukan dari dunia pendidikan, melainkan menjadi PNS jalur database, lompatan kariernya luar biasa untuk seorang guru yang kompetesinya diragukan.
“Namun, banyaknya masukan tidak mampu memberi Mas Rio keberanian untuk memilih orang yang tepat di tempat yang tepat. Diduga khawatir kehilangan dukungan partai pendukung, dia tetap dipaksakan menjadi kepala sekolah SMPN paling favorit di wilayah timur,” cetus dia.
Sumber ini juga menyebut, sudah menjadi rahasia umum, jika Dispendikbud Situbondo menjadi kapling kekuasaan salah satu partai pengusung, selain Dinas Kesehatan. Merekomendasi nama untuk jabatan tertentu sebenarnya adalah hal yang biasa. Akan menjadi persoalan, ketika pejabat yang dipilih dipaksakan kendati tidak kompeten. Ketika Bupati Mas Rio menunjuk pejabat yang tidak kompeten, maka kualitas yang pemilih pun layak dipertanyakan. (tim)
Editor : heddyawan