x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

BRIN Bahas Integrasi Data Satelit dan Validasi Lapangan 

Avatar bukti.id

Peristiwa

Perkuat pemantauan laut dan pesisir.

Yogyakarta, bukti.id – Validasi lapangan diperlukan untuk memastikan keakuratan hasil pemantauan. Karenanya, pemantauan wilayah pesisir dan laut membutuhkan perpaduan beragam data satelit dan kecerdasan artifisial (AI).

Seiring itu, Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Amarulla Octavian menekankan pentingnya pengolahan dan validasi data satelit. Menurut dia, data tersebut harus diterjemahkan menjadi informasi yang dapat mendukung pengambilan keputusan. 

“Citra satelit memberikan titik awal bagi penyelidikan, bukan kesimpulan akhir,” ujar Amarulla, dalam keynote speech 2026 IEEE International Conference on Aerospace Electronics and Remote Sensing Technology (ICARES 2026) di Yogyakarta, Rabu kemarin, dikutip brin.go.id, Jumat (6/11/2026)

Sejalan dengan itu, Principal Scientist sekaligus Head of Satellite Communications & Sensing Division di I2R A*STAR, Singapura, Hongbo Sun, menyoroti pentingnya integrasi teknologi penginderaan jauh, kecerdasan artifisial, dan sistem komunikasi untuk meningkatkan pengawasan serta keamanan maritim. 

Menurut Hongbo, pendekatan tersebut diperlukan untuk mengatasi berbagai keterbatasan teknologi pemantauan laut yang digunakan saat ini. 

Hongbo menguraikan tiga kendala utama dalam keamanan maritim yakni, keterbatasan sistem pengawasan, komunikasi, dan navigasi. Pengawasan masih bertumpu pada radar dan kamera berbasis pusat pemantauan, sementara komunikasi laut lepas mengandalkan satelit geostasioner dengan latensi tinggi dan navigasi sangat bergantung pada sistem satelit navigasi global (GNSS). 

“Gangguan sinyal GNSS di sejumlah wilayah dapat terjadi akibat konflik bersenjata maupun faktor lainnya. Kondisi ini menjadi titik kegagalan tunggal yang berpotensi mengganggu fungsi navigasi kapal secara kritis,” ujar dia.

Hongbo menjelaskan, pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) berbasis data multimodal dapat meningkatkan kemampuan pemantauan aktivitas dan infrastruktur pelabuhan. Teknologi ini memungkinkan pendeteksian dan pelacakan pergerakan kontainer serta kendaraan secara lebih menyeluruh. 

Namun, interpretasi citra satelit masih menghadapi tantangan, salah satunya dalam mendeteksi tumpahan minyak di laut. Hongbo melanjutkan, area gelap pada citra satelit tidak selalu menunjukkan keberadaan minyak karena dapat pula disebabkan oleh bayangan. Oleh karena itu, perpaduan data optik dan radar, disertai pemodelan prediksi penyebaran minyak, diperlukan untuk meningkatkan akurasi deteksi dan mendukung upaya penanganan tumpahan minyak.

Di bidang komunikasi, Hongbo mendorong pemanfaatan satelit orbit rendah dan jaringan non-terestrial untuk meningkatkan konektivitas maritim. Penggunaan router cerdas di kapal juga diperlukan agar perpindahan jaringan dari pantai ke satelit dapat berlangsung tanpa jeda. 

Kata Hongbo, penguatan konektivitas tersebut juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem keselamatan maritim yang lebih andal. Hongbo menjelaskan bahwa keselamatan maritim bergantung pada tiga komponen yang saling terintegrasi, yakni pengawasan wilayah melalui penginderaan jauh berbasis AI, efisiensi operasional melalui jaringan satelit, serta sistem navigasi tangguh yang tidak bergantung pada GNSS. 

“Masa depan keselamatan dan keamanan maritim tidak bergantung pada satu teknologi sebagai solusi tunggal. Sebaliknya, diperlukan integrasi strategis antara penginderaan jauh, komunikasi, dan navigasi untuk membangun sistem kesadaran maritim yang multidimensi,” ujar dia.

Pemanfaatan penginderaan jauh tidak hanya memungkinkan pemantauan aktivitas maritim, tetapi juga pengukuran kondisi ekosistem pesisir yang berperan dalam mitigasi perubahan iklim. Salah satu penerapannya adalah pemetaan cadangan karbon mangrove.

Sedangkan dalam forum itu, Guru Besar Bidang Penginderaan Jauh Vegetasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Kamal menjelaskan, Indonesia memiliki hutan mangrove terluas di dunia dengan sekitar 43 dari 75 spesies mangrove yang ada di dunia. 

Ekosistem ini, kata Kamal, memiliki kemampuan menyimpan karbon, baik pada vegetasi maupun dalam jumlah lebih besar pada tanah dan sedimen. Dia mengatakan bahwa mangrove menyediakan solusi berbasis alam untuk tantangan lingkungan dan perubahan iklim.

Dijelaskan, untuk mengetahui besarnya cadangan karbon tersebut, teknologi penginderaan jauh dapat menyediakan informasi spasial secara cepat, termasuk dari kawasan mangrove yang sulit dijangkau. Namun, teknologi ini memiliki keterbatasan dalam mengidentifikasi kondisi di bawah tutupan vegetasi.

“Penginderaan jauh hanya melihat permukaan, sehingga kita tidak bisa menyelidiki apa yang ada di bawah kanopinya. Salah satu hal paling menarik dari penginderaan jauh adalah kita bisa melihat apa dan di mana pada saat yang sama,” ujar dia.

Pendekatan ini telah diuji di mangrove Malang Selatan, yang tumbuh di wilayah berbatuan kapur dengan akurasi pemisahan area mangrove dan nonmangrove sekitar 90 persen. Uji lain dilakukan di Teluk Pangpang, Banyuwangi. Ke depan, timnya akan menguji pendekatan ini di lokasi lain, termasuk di luar negeri. 

“Langkah selanjutnya adalah memperluas penelitian ke berbagai lokasi di negara lain untuk menguji konsistensi hasilnya. Pengujian tersebut juga bertujuan meningkatkan akurasi pemetaan karbon mangrove,” ujar dia. (eko-brint)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Jumat, 06 Nov 2026 18:45 WIB | Pemerintahan

Pendaftaran CPNS Bakal Dibuka November 2026

Pembukaan pendaftaraan rekrutmen CPNS 2026 dijadwalkan November ini. ...
Jumat, 06 Nov 2026 15:33 WIB | Pemerintahan

Masa Kerja Guru Non-ASN dan Tenaga Kesehatan Bakal Diperpanjang

Pemerintah putuskan perpanjang masa kerja guru non-ASN yang kontraknya berakhir Desember 2026, yang terdaftar dalam DPP. ...
Jumat, 06 Nov 2026 13:26 WIB | Pemerintahan

Resmi Dilantik Tujuh Pejabat Baru KPK, Termasuk Direktur Penyidikan

Tujuh pejabat baru KPK resmi dilantik, diantaranya Achmad Taufik Husein sebagai Direktur Penyidik. ...
Jumat, 06 Nov 2026 11:10 WIB | Pemerintahan

Dana Cadangan Pilgub Rp600 Miliar. DPRD dan Pemprov Jatim Ketok Palu

Dana cadangan Pilgub mendatang disepakati Pemprov dan DPRD Jatim sebesar Rp600 miliar. ...
Jumat, 06 Nov 2026 10:05 WIB | Peristiwa

Kolab dengan Disnaker, Polresta Sidoarjo Dukung Kesempatan Kerja Penyandang Disabilitas

Polresta Sidoarjo kolab dengan Disnaker dukung perluasan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. ...
Jumat, 06 Nov 2026 09:15 WIB | Peristiwa

Lamongan Normalisasi 262 Titik Kali Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Hadapi bencana hidrometeorologi musim hujan, Pemkab Lamongan lakukan berbagai upaya perkuat kesiapsiagaan. ...