x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Jangan Remehkan Kapulaga

Avatar bukti.id

Seni Budaya

Jakarta, bukti – Terkadang orang menganggap sepele sesuatu di sekitar kita. Kapulaga, misalnya. Padahal salah satu komoditas rempah Indonesia ini, semakin diminati pasar ekspor. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian, Fadjry Djufry, tak memungkiri hal itu.

“Ditenggara indikasi permintaan kapulaga dari negara lain, terus meningkat. Kapulaga yang dimaksud merupakan tanaman yang asli Indonesia,” ujar Fadjry melalui keterangan tertulis di Jakarta, belum lama ini.

Dia bilang, di Indonesia, terdapat dua jenis kapulaga, ada kapulaga lokal dan juga kapulaga sabrang dari India, tetapi pada umumnya, para petani lebih memilih untuk menanam jenis lokal. Kapulaga adalah salah satu rempah yang banyak diminati masyarakat. Tak hanya untuk bahan masakan namun juga dibutuhkan untuk industri makanan, minuman hingga farmasi.

“Tak hanya pasar dalam negeri, permintaan rempah ini di pasar internasional juga semakin meningkat. Di Indonesia, pertanaman kapulaga tersebar di 20 provinsi di Indonesia, terluas di Jawa Barat yang mencapai lebih dari 27 ribu meter persegi dengan produksi 62.923 ton,” papar dia.

‘Kehebatan’ komoditi rempah ini, diamini oleh peneliti Kapulaga dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Rosihan Rosman. Dia menyebut tanaman kapulaga sering digunakan sebagai bahan untuk obat-obatan, rempah-rempah, sampai kosmetik sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Malahan, kapulaga merupakan komoditas ekspor yang penting, terutama untuk negara-negara Timur Tengah, Mesir dan India.

“Nilai ekspor kapulaga semakin meningkat hingga mencapai 6.248 ton, atau hampir 8 juta dolar AS. Di dalam negeri, kebutuhannya juga masih besar karena luasnya pemanfaatan di industri makanan, minuman dan farmasi. Harga kapulaga kering antara Rp 90.000 hingga Rp 110.000 per kilogram," terang Rosihan.

Kapulaga memiliki siklus hidup yang panjang, di mana produksi buah setelah melewati panen pertama. Kegiatan panen dapat dilakukan empat kali dalam setahun. Setiap tahun, jumlah buah yang dipanen juga akan terus meningkat.

Untuk budidaya kapulaga, Rosihan menjelaskan, tanaman kapulaga merupakan tumbuhan perdu yang tumbuh baik pada kondisi ternaungi, menghendaki tanah subur, gembur dan berdrainase baik.

Panen kapulaga dilakukan setelah tanaman berumur 1,5-2 tahun hingga umur 10 sampai 15 tahun. Buah berbentuk bulat berukuran 1 cm yang bergerombol di atas permukaan tanah, jumlahnya berkisar 10-20 buah per gerombol. (sinyo)

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Jumat, 16 Okt 2026 17:05 WIB | Peristiwa

Pemulihan Pascabencana. Enam Unit Arsinum Karya BRIN Dikirim Bertahap

Enam unit Arsinum karya BRIN dikirim ke Aceh, Sumut dan Sumbar untuk pemulihan pascabencana. ...
Jumat, 16 Okt 2026 16:09 WIB | Ekonomi

Berharap Tingkatkan Aktivitas Ekonomi Gresik melalui JIIPE

Menperin M Sarmuji dorong manfaat kawasan industri JIIPE Gresik lebih masif disosialisasikan ke masyarakat. ...
Jumat, 16 Okt 2026 15:05 WIB | Ekonomi

Review Sejarah Era 90-an. Kokoon Hotel Surabaya Manjakan Tamu dengan Living Museum

Kokoon Hotel Surabaya hadirkan Living Museum, ajak tamu mengenal aktivitas kantor era 90-an melalui koleksi artefak bersejarah. ...
Jumat, 16 Okt 2026 11:10 WIB | Wakil Rakyat

Penegakan Hukum Karhutla Perlu Dipertegas. DPR Tagih Denda Triliunan Rupiah Belum Dieksekusi

Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan desak pemerintah pertegas penegakan hukum bagi pelaku karhutla. ...
Jumat, 16 Okt 2026 10:25 WIB | Peristiwa

Transformasi Digital Jadi Kunci Penguatan Industri Halal Indonesia. Ini Penegasan Kepala BRIN

Kepala BRIN: Transformasi digital menjadi kunci penguatan industri halal Indonesia. ...
Jumat, 16 Okt 2026 09:15 WIB | Pemerintahan

Rendah, Pengajuan Izin Penggunaan Air Tanah oleh Pelaku Usaha. Bikin Gerah Menko AHY

Menko Infra AHY soroti rendahnya pengajuan izin penggunaan air tanah oleh pelaku usaha. ...