Gubernur Luthfi: Kemiskinan di Jateng harus diselesaikan bersama.
Semarang – Kader organisasi mahasiswa, seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), agar ikut melakukan pendampingan terhadap desa-desa yang menjadi sasaran pengentasan kemiskinan.
Itulah pernyataan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi kepada sejumlah mahasiswa di forum pelantikan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Tengah periode 2025-2027 di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Jawa Tengah, baru-baru ini.
Baca juga: Gubernur Luthfi dan Raffi Ahmad Berjumpa, Bahas Potensi Anak Muda dan Pelaku Seni Jateng
"Di seluruh cabang di kabupaten/kota wilayah Jateng, tempelkan sahabat/sahabati ke seluruh bupati dan wali kotanya. Mereka sudah saya kasih tahu sahabat-sahabat akan mendapatkan porsi sebagai pendamping desa, karena dari 10 kabupaten/kota termiskin akan saya tunjuk desa miskin," kata Luthfi.
Lalu, Luthfi berpesan agar seluruh kader PMII, terutama di Jateng, untuk ikut serta mengawal program pemerintah, khususnya dalam pengentasan kemiskinan. Kader PMII Jateng, mulai dari tingkat cabang, komisariat, hingga rayon, harus berkontribusi mendampingi desa miskin yang menjadi sasaran.
Mantan Kapolda Jateng itu menegaskan, desa-desa termiskin akan diintervensi secara komprehensif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, salah satunya adalah organisasi massa dan mahasiswa.
Baca juga: Jateng Moncer, Sukses Raih Penghargaan Nasional Data Keluarga Terbaik
“Saya meminta kesanggupan dari kader PMII Jateng. Dalam membangun Jateng, butuh semangat kebersamaan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Anda orang pergerakan yang tidak boleh berhenti dan berjalan di tempat. Bergerak kemudian bersama-sama kita lakukan eksplorasi di Jateng," tegas dia seraya menyebut bahwa persoalan kemiskinan menjadi tantangan yang harus diselesaikan bersama.
Kini, imbuh Luthfi, kondisi kemiskinan di Jateng berada pada angka 9,48 persen, turun dari data September 2024 sebesar 9,58 persen, dan indikator kemiskinan yang paling utama adalah pendidikan, kesehatan, kebutuhan pokok, kemudian rumah layak huni.
Baca juga: Jawa Tengah Terima Penghargaan Pelopor Pemberdayaan Ekonomi
Bantuan yang digelontorkan terkait beberapa indikator itu harus tepat sasaran, kata dia, dan mahasiswa yang memiliki energi lebih dan visi-misi yang jelas diminta ikut mengawasi dan melaporkan hasilnya untuk dievaluasi setiap tiga bulan sekali.
"Mahasiswa kami minta untuk ikut mengawasi. Dengan bersama-sama itu kita akan mampu menunjukkan bahwa Jawa Tengah bisa maju berkelanjutan. Kalau kolaborasi itu bisa dilakukan, maka itulah tangan terkepal maju ke muka," pungkas Luthfi. (cebe/kwan)
Editor : heddyawan