Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk. Ini Penjelasan Pengasuh Ponpes

bukti.id

Sidoarjo – Ambruknya bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9/2025) sore, menjadi catatan tersendiri bagi KH Abdus Salam Mujib. Selaku pengasuh Ponpes Al Khoziny, dirinya mengaku terpukul dengan kejadian itu.

Senin malam pasca kejadian, kepada media, dia menceritakan detail runtutan ambruknya bangunan, sekaligus mengajak semuanya untuk bersabar atas kejadian – yang menurutnya sebagai takdir Allah.

Baca juga: 13 Kali Pemkab Sidoarjo Pertahankan Opini WTP di BPK Jatim

“Saya kira memang ini takdir dari Allah. Jadi semuanya harus bisa bersabar, mudah-mudahan diberi ganti yang lebih baik serta dibalas dengan pahala,” ujar KH Abdus Salam.

Dia memaparkan, musibah ini terjadi sesaat setelah proses pengecoran lantai tiga baru saja selesai.

“Pengecoran dimulai sejak pagi dan selesai sekitar pukul 12 siang. Jadi ini pengecoran yang terakhir saja,” kata dia.

Ditegaskan, bangunan itu sebenarnya masih dalam tahap pembangunan dan belum ditempati santri. Namun, lantai dasar memang sudah difungsikan sebagai musala.

“Bangunan baru tiga lantai, rencana nanti sampai empat lantai dengan atap dak. Lantai bawah sudah dipakai untuk salat, tapi lantai atas masih kosong,” jelas dia.

Terkait dugaan penyebab ambruknya bangunan, dia menyebut lemahnya penopang pengecoran sebagai faktor utama. Menurutnya penopang cor itu tidak pas, sehingga ambruk ke bawah.

Hingga berita ini diunggah, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian dan Pemprov Jatim serta Pemkab Sidoarjo, terkait penyebab ambruknya bangunan tersebut.

Namun yang jelas, Tim gabungan dan pihak Ponpes, tanpa henti melakukan penyelamatan korban reruntuhan.

Selanjutnya, hingga Senin malam dua Rumah Sakit yang menerima penanganan korban, merilis sejumlah nama-nama korban. Berikut daftarnya;

Baca juga: Sound Keliling dan Mercon Dilarang di Sidoarjo Saat Malam Takbir Idul Fitri 1447 H

Penanganan di RSUD RT Notopuro Sidoarjo tercatat 34 korban, yaitu;

A. Luka Ringan ada 13 orang: Salman, Felix – Sepanjang, Sidoarjo (luka di kepala), M Ajam – Gedangan, Sidoarjo, Nur Fuadi Sholikin, Fahri Busaini, Sahrul, Akhmad Sauki – Kranggan, Sidoarjo, M Nur Aidi, Zainul Fatih – Malang, Abdul Waras – Bangkalan, M Khadafi – Surabaya, Amir Rayan – Surabaya, dan Abdul Wahib Ramadani – Surabaya.

B. Luka Berat (4 orang): M Faris – Surabaya (patah tulang kaki), Muhaimin – Bangkalan (patah tulang), Muddar Sahid dan Abdul Bahri.

C. 17 orang Dalam Penanganan: M Riduwan, M Alif Al Bustomi, M Ridowandi, M Ali Zaenal Abidin, M Zaki Ibrahim, M Wafil Abdillah, Ach Ikbal, Irfan Maulana, M Fahri Ahmad Dani, Mifta, A Saiful, Yudha Andra, Khoirul Anam, Alfian Aldiansah, Ach Ulawan Muktar, Alfian Aldi dan Dahrian.

Penanganan di RS Siti Hajar terdapat 45 korban, yaitu;

A. Luka Ringan ada 21 orang: Rosman, Muhammad, Irfan, Daffa, Iklil, Yasin, Izul, Abdul Latif, Nafi, Malki, M Haikal, M Alif, Soki, Ezar, Riski Maulana, Rohan, Fahri, Havid, Kusri, Riski M dan Miftakul Ulum.

Baca juga: Terbaru. Jumlah Korban Meninggal Dunia Bertambah

B. Luka Sedang tercatat 22 orang; Saka, Rama, Rizky P, Baim, Fawaid, Ikmal, Aldi, Nasril, Ifan, Kelvin, Syafillah, Farhan dan Farel. (knis-kwan)

 

 

 

 

Editor : heddyawan

Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru