FPK Jatim Berharap Seni Rupa Jadi Basis Wisata Edukasi

bukti.id
'Sastra Rupa Paradoks Mitologi' tema yang diusung Slamet Henkus pada pameran di Galeri Raos Kota Batu, Malang (foto-foto: ist)

Pameran lukisan Slamet Henkus

Malang – Karya seni mampu menjembatani kepentingan kultural dan edukatif, sekaligus membuka ruang dialog antara tradisi dan masyarakat kontemporer.

Setidaknya narasi itulah yang hendak disampaikan Slamet Hendro Kusumo, dengan beberapa karya lukisnya yang dipamerkan, di Galeri Raos Kota Batu, Malang, Jawa Timur.

Baca juga: Hari Lahir Pancasila. FPK Nganjuk Blusukan Budaya ke Situs Bersejarah

Pameran lukisan pria yang populer disapa Slamet Henkus dan bertajuk “Sastra Rupa Paradoks Mitologi” itu, digelar sealan 5–19 April 2026.

Ketua Forum Pamong Kebudayaan (FPK) Jawa Timur, Ki Bagong Sinukarto, mengapresiasi gelar pameran itu.

“Pameran ini bisa menjadi arah baru pengembangan kebudayaan berbasis masyarakat,” ujar Ki Bagong, di sela melihat lukisan di area pameran, baru-baru ini.

Ki Bagong menilai karya-karya bertema ritual yang dihadirkan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga berfungsi sebagai medium revitalisasi budaya.

Baca juga: FPK Jatim Apresiasi Ritual Candra Sela di Nganjuk

Dirinya menekankan pentingnya seni rupa sebagai alat memasyarakatkan kembali nilai-nilai tradisi yang mulai terpinggirkan oleh arus modernitas.

“Karya dengan tema ritual ini tidak hanya memiliki nilai estetika, juga berfungsi sebagai medium revitalisasi budaya,serta pentingnya seni rupa sebagai alat memasyarakatkan kembali nilai-nilai tradisi yang mulai termarjinalkan,” ungkap dia.

Menambahan ungkapan Ki Bagong, budayawan Kota Batu Didik Soemintardjo melihat pameran ini sebagai peluang strategis dalam mengembangkan wisata berbasis edukasi dan literasi.

Didik menilai, integrasi antara seni, budaya, dan pendidikan dapat menjadi alternatif model pengembangan pariwisata yang lebih berkelanjutan.

Baca juga: FPK Jatim Dorong Dibuat Payung Hukum untuk Lembaga Adat Desa

“Galeri seni tidak hanya menjadi ruang apresiasi, tetapi juga ruang pembelajaran publik. Ini penting untuk membangun kesadaran budaya sekaligus meningkatkan kualitas wisata,” ujar dia.

Diketahui Slamet Henkus adalah perupa bertaraf internasional, yang sekaligus menjabat Ketua Dewan Pakar FPK Jatim.

Perupa ini juga pemilik Omah Budaya Slamet (OBS) yang didirikan sejak tahun 2007. (kwan-knis)

Editor : heddyawan

Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru