Surabaya, bukti.id - Kerja keras Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menurunkan jumlah kasus Covid-19 menunjukkan progress apik. Gotong-royong Gugus Tugas tingkat Kota dan Masyarakat, perlahan tapi pasti mampu memutus mata rantai pandemi. Termasuk pengoptimalan Kampung Tangguh Semeru Wani Jogo Suroboyo, yang sudah dibentuk di wilayah perkampungan Surabaya.
Wakil Ketua I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menjelaskan, penurunan kasus pandemi Corona membuktikan keberadaan Kampung Tangguh sangat efektif. Untuk itu, orang nomor dua di jajaran Pemkot Surabaya ini meminta agar Dana Stimulan Kampung Tangguh senilai Rp10 juta segera dicairkan.
Baca juga: Sambut Nyepi di Surabaya, Umat Hindu Tampilkan Pawai Seni Ogoh Ogoh
’’Biar semakin tangguh. Ini saja sudah ada yang mulai loyo, karena pengurus kampung mengandalkan swadaya warga. Makanya terus saya kejar agar terealisasi,’’ terang pejabat yang akrab disapa WS.
Penegasan tersebut disampaikan WS saat melakukan sosialisasi Kampung Tangguh di wilayah Kelurahan Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran Surabaya, semalam. WS didampingi Kapolsek Kenjeran Surabaya Kompol Esti Setija Oetami saat bersosialisasi dengan warga.
Baca juga: Dishub Surabaya Buka Layanan Kartu Uang Elektronik di Taman Bungkul-Apsari
’’Adanya evaluasi penurunan tren jumlah penderita Covid tidak bisa dilakukan pemkot saja, melainkan semua unsur harus bergotong-royong,’’ kata alumnus ITS Surabaya ini.
Pemkot, dikatakan WS, juga tengah mempersiapkan program padat karya dan pemasangan internet berupa WiFi untuk siswa sekolah.
Baca juga: Layanan Publik Pemkot Surabaya Tetap Berjalan Melalui Sistem Piket
Sementara, Kapolsek Kenjeran Surabaya Kompol Esti Setija Oetami menjelaskan upaya pihaknya dalam menegakkan protokoler kesehatan terus dilakukan. ’’Kami melalui Babinkamtibmas tidak pernah henti-hentinya memberikan edukasi sekaligus pendampingan kepada warga. Terutama menjaga kedisiplinan mentaati aturan kesehatan. Salah satunya memakai masker,’’ ujarnya. (war)
Editor : W Aries