x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

PSBB Jakarta Jilid Dua, Tak Pengaruhi Minat Belanja

Avatar bukti.id

Ekonomi

Jakarta, bukti.id,- Rencana PSBB jilid kedua yang sudah diwacanakan oleh pemerintad DKI membuat was awas warga Jakarta. Bagaimana tidak, kondisi yang hampir saja menuju new normal, kembali sirna akibat melonjaknya kasus Covid-19.

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total atau yang kedua akan dimulai Senin (14/9). Kendati demikian, wacana ini tidak akan mengubah tren konsumsi masyarakat saat berbelanja secara daring.

"Saya tidak melihat akan ada perubahan yang signifikan di PSBB kedua ini, karena ibaratnya orang sudah mulai menyesuaikan tentang COVID. Kalau pertama kali PSBB itu orang stok, menimbun barang, menimbun vitamin masker, sekarang ini suplai sudah mulai banyak," ujar CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin, dalam diskusi virtual yang digelar Jumat.

Pendapat Rachmat diperkuat dengan data bahwa selama pandemi COVID-19, tren belanja masyarakat cenderung dinamis, sesuai dengan kebutuhan maupun tren di waktu-waktu tertentu.

VP of Marketplace Bukalapak, Kurnia Rosyada juga menjelaskan bahwa tren penjualan di pasar online atau marketplace saat pandemi cenderung dinamis, dengan peningkatan-peningkatan yang berbeda-beda di tiap kategori produk.

"Misalnya, di awal pandemi kami melihat pertumbuhan kategori kesehatan itu drastis sekali bisa sampai ratusan persen, dan ini contohnya didukung oleh tingginya permintaan vitamin dan suplemen," ujar Kurnia.

Lebih lanjut, Kurnia melihat kategori yang mengalami peningkatan transaksi saat ini antara lain, sepeda, kamera dan alat-alat olahraga.

Uniknya, Kurnia melanjutkan, kategori hobi dan koleksi juga meningkat. Transaksi untuk peralatan berkebun dan juga gaming mengalami peningkatan.

"Serta kita melihat karena anak-anak sekolah harus belajar dari rumah, kita lihat permintaan untuk kebutuhan untuk anak juga meningkat pesat, misalnya tenda di rumah dan kolam untuk anak," kata Kurnia.

"Siklus permintaan pasar berubah lebih cepat dari pada sebelum pandemi, jadi hampir setiap minggu trending produk berubah-ubah," dia menambahkan.

Menariknya, waktu belanja online juga mengalami perubahan. Menurut data internal Bukalapak, puncak transaksi sebelum pandemi terjadi saat prime time sekitar pukul 19.00 WIB saat orang berada di rumah setelah pulang kerja, sedangkan saat pandemi, mereka melihat puncak transaksi merata seluruh jam dalam sehari. (bbs/rhm)

Editor : Rahma

Artikel Terbaru
Minggu, 18 Okt 2026 13:30 WIB | Peristiwa

BRIN Dorong Energi Terbarukan agar Kualitas Hasil Panen dan Tangkapan Ikan Optimal

BRIN dorong pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung proses pascapanen di sektor perkebunan dan perikanan. ...
Minggu, 18 Okt 2026 10:25 WIB | Peristiwa

Pelatihan Jurnalistik Batch#3. Kolab GMNI Surabaya Raya dan RLD Asah Nalar Kritis Berbasis Fakta

Pelatihan Jurnalistik Batch #3 kolaborasi DPC GMNI Surabaya Raya dan Rumah Literasi Digital di The Alana Hotel. ...
Minggu, 18 Okt 2026 08:15 WIB | Hukum

Kasus Korupsi Bupati Klaten. KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Rp934 Juta

Drama lanjutan OTT di Klaten, penyidik KPK sita sebuah tong biru yang berisi uang Rp934 juta. Uang hasil korupsi? ...
Minggu, 18 Okt 2026 07:42 WIB | Ekonomi

Warga Jawa Timur Tak Perlu Cemas Soal BBM. Wagub Emil Pastikan Stok Aman

Wagub Emil: stok BBM di Jawa Timur dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. ...
Minggu, 18 Okt 2026 05:10 WIB | Ekonomi

Pemkab Lamongan Yakin, 2026 Produksi Padi Melimpah

Pada 2026, Pemkab Lamongan yakin mampu menghasilkan produksi padi melampaui capaian tahun sebelumnya, mencapai sekitar 1,335 juta ton. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 19:10 WIB | Peristiwa

Dai Sejuta Mimbar. Kerja Bareng BRIN dan BPKH

BPKH dan BRIN 'lahirkan' Dai Sejuta Mimbar, yakni edukasi rencana haji dan dakwah pakai platform digital. ...