x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Kampanye Kotak Kosong di OKU Kian Gencar. Kotak Kosong Berpeluang Menang?

Avatar bukti.id

Pemilu

OKU, bukti.id – Kampanye kotak kosong di Pilkada Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) semakin gencar. Bahkan, Wakil Gubernur Sumatera Selatan periode 2008-2013, Eddy Yusuf bersama sukarelawan gencar mengampanyekan kotak kosong kepada masyarakat setempat.

Jika hal ini terus menguat dan banyak dukungan terhadap kampanye kotak kosong, tak menutup kemungkinan masyarakat akan memilih kotak kosong. Mengutip Kantor Berita Antara, ada ribuan sukarelawan yang akan ikut serta mengampanyekan kotak kosong, daripada mendukung pasangan calon tunggal Kuryana Azis dan Johan Anuar. Diketahui, Johan Anuar sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

"Masyarakat jangan terkecoh oleh politik oknum sekelompok yang mengatakan bahwa memilih kotak kosong tidak ada gunanya. Jadi, jangan golput saat pemilihan nanti," kata Eddy Yusuf.

Dalam mengampanyekan kotak kosong, Eddy Yusuf melibatkan 5.350 sukarelawan mulai dari kalangan tokoh masyarakat dan agama, kaum milenial, hingga sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang sudah terdaftar untuk desa, kecamatan, dan kabupaten setempat.

Sukarelawan ini juga akan menjadi tim pemantau PPK, KPU, dan seluruh TPS di Kabupaten OKU.

Eddy meminta masyarakat untuk paham dan tetap menggunakan hak pilihnya meskipun hanya ada calon tunggal di Kabupaten OKU pada kontestasi politik 9 Desember mendatang. Kotak kosong bisa jadi pilihan.

Sebagaimana diketahui, KPU Kabupaten OKU resmi menetapkan pasangan calon Kuryana Azis dan Johan Anuar yang didukung 13 parpol sebagai calon tunggal dalam Pilkada 2020.

baca juga : https://bukti.id/baca-1202-tersangka-korupsi-tanah-kuburan-calon-tunggal-pilkada-oku-

Johan Anuar yang merupakan Wakil Bupati petahana OKU saat ini merupakan tersangka kasus dugaan korupsi tanah kuburan. Johan ditetapkan polisi sebagai tersangka dugaan korupsi tanah kuburan di OKU pada 2018 lalu. Namun Johan melakukan gugatan praperadilan dan menang saat itu.

Kasus berlanjut saat Polisi kembali menetapkan Johan sebagai tersangka pada kasus serupa pada awal Desember 2019. Johan Anuar kemudian mengajukan gugatan kembali karena tidak terima jadi tersangka, namun gugatan itu ditolak.

Kasus dugaan korupsi ini kemudian diambil alih oleh KPK. Kasus korupsi ini diduga mengakibatkan kerugian negara senilai Rp5,7 miliar.

Kembali ke kotak kosong. Bukan bermaksud berandai, jika kotak kosong ‘nyaring berbunyi’ di Pilkada OKU 2020, dan berhasil menumbangkan kedigdayaan paslon tunggal Kuryana Azis - Johan Anuar, akan mengingatkan kita pada kejadian sengketa Pilwalkot Makassar 2018 lalu.

Iya, peristiwa dua tahun lalu tersebut, merupakan kejadian kali pertama di Indonesia. Kotak kosong menang Pilkada.

Waktu itu, paslon tunggal Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) kalah oleh kotak kosong. Dari rekapitulasi yang dilakukan, pasangan Appi-Cicu total mendapatkan 264.071 suara dan kotak kosong 300.969 suara.

Sengketa Pilwalkot Makassar ini sempat dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK) oleh pasangan Appi-Cicu. Namun, suara kotak kosong di gedung MK ini tetap ‘kokoh’. Dalam putusan, perolehan suara Appi-Cicu adalah 264.245 suara. Sedang perolehan suara yang 'tidak setuju' (kolom kosong) adalah 300.795 suara.

Jadi perbedaan perolehan suara antara pemohon dan suara yang 'tidak setuju (kolom kosong) adalah 300.795 suara - 264.245 suara = 36.550 suara atau lebih dari 2.825 suara.

"Dengan demikian, jumlah perbedaan perolehan suara antara Pemohon dengan suara yang 'tidak setuju' (kolom kosong) untuk dapat diajukan permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Tahun 2018 adalah paling banyak 0,5% x 565.040 suara (total suara sah) = 2.825 suara," ujar majelis MK, waktu itu. (war/ceb)

Editor : W Aries

Artikel Terbaru
Rabu, 03 Jun 2026 17:55 WIB | Hukum

Eks Kepala BGN Jadi Tahanan Kejagung

Kejagung RI menahan eks Kepala dan dua Wakil Kepala BGN. ...
Rabu, 03 Jun 2026 09:05 WIB | Hukum

Sejak Dini Hari, Penyidik Kejagung Geledah Kantor BGN

Kejagung geledah kantor pusat BGN, sehari setelah Dadang dicopot jadi Kepala BGN. ...
Rabu, 03 Jun 2026 08:34 WIB | Pemerintahan

Gonjang-Ganjing BGN. Presiden Prabowo Copot Dadan, Nanik Naik Tahta

Presiden Prabowo copot Dadan dari Kepala BGN dan diganti Nanik, di tengah sorotan tajam terhadap pelaksanaan Program MBG. ...
Rabu, 03 Jun 2026 06:10 WIB | Pemerintahan

Dadan Dicopot sebagai Kepala BGN. Mensesneg: untuk Pastikan Program MBG Berjalan Efektif

Presiden Prabowo Subianto lakukan pergantian pimpinan BGN sebagai upaya memastikan program prioritas nasional berjalan efektif. ...
Rabu, 03 Jun 2026 05:05 WIB | Hukum

KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Gedung Pemkab Lamongan

KPK tahan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kantor Pemkab Lamongan. ...
Selasa, 02 Jun 2026 20:20 WIB | Ekonomi

Juni ini Tiga Bansos Cair Lagi. Dari PKH hingga Kartu Sembako

Juni ini, Kemensos kembali salurkan berbagai program bansos dari PKH hingga Kartu Sembako. ...